• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Pengukuran Geolistrik Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang

     Pengukuran Geolistrik yang dilakukan di Desa Kandangan bertujuan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan sehingga dapat melakukan perhitungan cadangan daerah tersebut. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kondigurasi schlumberger bentangan total 150 meter pada lahan dengan luas 4 Ha. Pengukuran dilakukan pada tiga titik didalam area.
Gambar 1. Singkapan Breksi Vulkanik Lapuk

     Berdasarkan hasil pengamatan geologi, lokasi pengukuran memiliki morfologi perbukitan bergelombang dengan sudut kemiringan 4 hingga 8. Lokasi pengukuran geolistrik memiliki dua satuan utama, yaitu tuf dan breksi vulkanik dimana tuf memiliki umur lebih muda daripada breksi vulkanik.
Gambar 2. Hasil Korelasi Pengukuran Geolistrik

     Pengukuran geolistrik memberikan gambaran mengenai litologi yang ada. Dari hasil pengukuran, diketahui bahwa lokasi pengukuran memiliki tiga satuan, yaitu tuf, breksi dalam kondisi lapuk dan breksi dalam kondisi segar yang tersebar di daerah pengukuran. Perbedaan dari breksi lapuk dan segar dapat diketahui dengan melihat nilai resistivitasnya. Breksi segar cenderung memiliki nilai resistivitas lebih tinggi. Berdasarkan analisis dan perhitungan, daerah pengukuran memiliki volume cadangan tuf 451.690 m³, breksi lapuk 37.125 m³ dan breksi segar 373.190 m³.
Gambar 3. Penampang 3 Dimensi

--> Jasa Pengukuran Geolistrik

--> Jasa Penyewaan Alat

--> Jasa Pembuatan Peta

Share:

Batuan Sedimen (Sedimentary Rocks)

     Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari akumulasi meterial hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atas hasil aktifitas kimia maupun organisme, yang diendapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi kemudian mengalami pembatuan (litifikasi) (Danang, 2005). Material sedimen berasal dari batuan yang sudah ada dan mengalami pelapukan sehingga menyebabkan batuan tersebut mudah terkikis terbawa oleh media transport dan terendapkan ditempat yang berbeda. Media transport pada batuan sedimen terdiri dari air, angin, gravitasi dan salju (gletser).
Gambar 1. Singkapan Batuan Sedimen (Perlapisan Lempung-Pasir)
Umur Tersier, Formasi Tmpk (Kerek)


     Adanya media transport ini, mampu menggerakan material sedimen sehingga dapat berpindah tempat. Perpindahan tempat pada material sedimen yang dilakukan oleh media transport terdapat tiga cara, yaitu:
  • Suspended Load, merupakan pemindahan yang terjadi pada material sedimen yang berukuran kecil sehingga mampu diangkut oleh air atau angin dengan energi kecil dan pengendapan lebih didominasi dengan gaya gravitasi.
  • Bed Load, merupakan pemindahan yang terjadi pada material yang lebih besar hingga sangat besar. Energi transport yang di butuhkan juga cukup tinggi sehingga material sedimen akan mampu berhenti pada titik dimana energi sudah tidak mampu menggerakan material tersebut. Pemindahan ini terjadi dengan menggerakan material sedimen di dasar permukaan.
  • Saltation Load, merupakan pemindahan yang terjadi pada material dengan ukuran pasir. Energi transport yang dibutuhkan besar sehingga mampu membuat material sedimen berat melayang dan bergeser. Pemindahan ini terjadi dengan menggerakan dan menerbangkan material sedimen di dalam media transport.


Share:

Klasifikasi Piroklastik

     Pembentukan piroklastik terjadi karena berbagai macam faktor yang menyebabkan piroklastik memiliki berbagai macam jenis. Pengelompokkan dilakukan oleh beberapa ahli yang bertujuan untuk membedakan piroklastik satu dan yang lainnya.
Gambar 1. Singkapan Piroklastik

1. Grabau (1924)

    Grabau (1924) dalam Carozzi (1975) mengklasifikasikan piroklastik menjadi tiga jenis yang di bedakan berdasarkan ukuran butir. Klasifikasi tersebut terdiri dari:
  • Rudyte merupakan piroklastik dengan ukuran butir > 2,5 mm
  • Arenyte merupakan piroklastik dengan ukuran butir 0,5 - 2,5 mm
  • Lutyte merupakan piroklastik dengan ukuran butir < 0,5 mm

2. Wentworth dan Williams (1932)

    Kedua ahli ini dalam Pettijohn (1975) mengemukakan bahwa batuan piroklastik terbagi menjadi lima satuan yang dibagi berdasarkan ukuran butir dan bentuk butirnya.
  • Breksi Vulkanik merupakan satuan untuk piroklastik dengan ukuran >32 mm yang memiliki fragmen dengan bentuk runcing
  • Aglomerat merupakan satuan untuk piroklastik dengan ukuran > 32 mm yang memiliki fragmen dengan bentuk membundar
  • Lapilli/tuf lapilli merupakan satuan untuk piroklastik dengan ukuran antara 4 - 32 mm
  • Tuf kasar merupakan satuan untuk piroklastik dengan ukuran 0,25 - 4 mm
  • Tuf Halus merupakan satuan untuk piroklastik dengan ukuran <0,25 mm

3. Pettijohn (1975)

     Pettijohn (1975) dalam bukunya mengklasifikasikan tuf yang membandingkan komposisi gelasan terhadap kristal yang terbentuk pada batuan. Klasifikasi tersebut terdiri dari:
  • Vitric tuff merupakan tuf yang terdiri dari 75 - 100 % gelasan dan sisanya adalah kristal
  • Vitic crystal tuff merupakan tuf yang terdiri dari 50 - 75 % gelasan dan sisanya adalah kristal
  • Crystal vitric tuff merupakan tuf yang terdiri dari 25 - 50 5 gelasan dan sisanya adalah kristal
  • Crystal tuff merupakan tuf yang terdiri dari 0 - 25 % gelasan dan sisanya kristal

Share:

Tipe-tipe Piroklastik

     Piroklastik merupakan endapan vulkanik klastik yang tersusun atas partikel (piroklas) terbentuk oleh erupsi guungapi yang eksplosif dan terendapkan oleh proses vulkanik primer (Mc Phie et al, 1993). Pengendapan vulkanik primer terbagi menjadi tiga, yaitu
Gambar 1. Pengendapan Piroklastik

1. Piroklastik Aliran

     Merupakan aliran panas dengan konsentrasi tinggi, dekat dengan permukaan, mudah bergerak, berupa gas dan partiker terdispersi yang dihasilkan oleh erupsi gunungapi (Wright et al, 1981 dalam Mc Phie et al, 1993). Piroklastik aliran bergerak di sepanjang permukaan bumi menuju ke tempat pengendapannya. Jenis endapan piroklastik aliran akan cenderung menempati cekungan-cekungan yang ada di sekitarnya. Sifat cair dari magma menjadikannya mengendap menyesuaikan wadah atau cekungannya.

2. Piroklastik Jatuhan

    Merupakan piroklas yang terlontar akibat eksplosif gunungapi dan tersuspensi, yang selanjutnya jatuh dan mengendap di permukaan bumi. Pergerakan dari piroklastik jatuhan ini sangat dipengaruhi oleh angin. Ukuran dari piroklastik jatuhan ini relatif kecil sehingga jangkauannya lebih luas daripada piroklastik aliran. Piroklastik jatuhan akan cenderung mengisi semua permukaan baik punggungan bukit maupun lembah dan memiliki keseragaman butir.

3. Piroklastik Surge

     Merupakan piklas yang memiliki rasio gas rendah (ground huggling), aliran partikel diangkut secara lateral didalam gas turbulen (Fisher, 1973 dalam Mc Phie et al, 1993). Piroklastik surge dibentuk secara langsung oleh erupsi freatomagmatik maupun freatik dan asosiasinya dengan piroklastik aliran.

Share:

Jenis-jenis Batuan Beku Fragmental (Piroklastik)

     Batuan beku fragmental terdiri memiliki komposisi bermacam-macam bergantung pada lokasi pembekuan, proses pembekuan dan faktor eksternal yang berpengaruh. Berikut adalah jenis-jenis batuan beku fragmental:
Gambar 1. Singkapan Breksi Autoklastik

Material Piroklastik

     Merupakan material yang terbentuk akibat proses erupsi gunungapi tanpa memandang penyebab erupsi dan adal materialnya. Fisher (1984) menyatakan bahwa material piroklastik merupakan material "seketika" yang terbentuk secara langsung oleh proses erupsi gunungapi dan memiliki sifat fragmental.

Material Hidroklastik

    Merupakan material yang dihasilkan oleh pertemuan antara magma dan air secara langsung. Berdasarkan transportasinya, hidroklastik dibedakan menjadi dua macam, yaitu
  1. Endapan Hidroklastik Jatuhan
    Terjadi pada material yang terlontar akibat erupsi gunungapi dan terjatuh pada tempat pengendapannya.
  2. Endapan Hidroklastik Aliran
    Terjadi pada material yang keluar dari pusat erupsi menuju tempat pengendapannya dengan cara bergerak sepanjang permukaan bumi.

Material Autoklastik

     Merupakan material yang terbentuk akibat proses erupsi gunungapi dimana pada proses pembekuannya memiliki bagian yang membeku terlebih dahulu dan masuk kedalam magma cair sehingga menjadikan batuan yang membeku sebagai fragmen. Fragmen dapat terbentuk akibat adanya gas yang tinggi sehingga melontarkan beberapa material hingga jatuh ke magma cair atau dalam perjalanannya permukaan magma cair membeku dan turun masuk ke dalam magma yang masih cair. Hasil dari proses tersebut sering disebut sebagai breksi autoklastik

Material Aloklastik

     Merupakan material yang terbentuk akibat proses erupsi dimana dalam perjalanan magmanya menggerus batuan samping sehingga menjadi xenolith pada magma yang akan membeku. Xenolith tersebut biasanya memiliki struktur, tekstur atau komposisi yang berbeda dari magma yang akan membeku. Hasil dari proses tersebut sering disebut sebagai breksi aloklastik

Material Epiklastik

     Merupakan material vulkanik yang telah bercampur dengan material non-vulkanik dengan ukuran yang sangat beragam membentuk aliran lumpur pekat (Fisher, 1984). Hasil dari proses tersebut sering disebut sebagai breksi laharik.

Share:

Endapan Piroklastik

     Endapan Piroklastik atau batuan beku fragmental merupakan endapan vulkaniklastik primer yang tersusun oleh partikel (piroklas) terbentuk oleh erupsi yang eksplosif dan terendapkan oleh proses vulkanik primer (aliran, jatuhan dan surge). Terdapat tiga tipe pada proses erupsi eksplosif yang terlibat dalam pembentukan endapan piroklastik, diantaranya adalah letusan magmatik, erupsi freatik dan erupsi freatomagmatik. Ketiga tipe ini mampu menghasilkan piroklas yang melimpah dari mulai abu halus (<1/16 mm) hingga blok dengan diameter beberapa meter.
Gambar 1. Letusan Gunungapi

--> Jenis-jenis Material Piroklastik

Piroklastik memiliki berbagai macam jenis. Jenis-jenis material piroklastik bergantung di mana magma membeku dan faktor eksternal yang bekerja.

--> Tipe-tipe Piroklastik

Terdapat 3 tipe utama pada piroklastik, yaitu jatuhan, aliran dan surge

--> Klasifikasi Piroklastik

Endapan piroklastik memiliki hasil pengendapan yang berbeda-beda baik dari ukuran maupun komposisinya.


Share:

Batuan Beku Berdasarkan Kehadiran Fragmen

     Batuan beku tidak selamanya hanya memiliki tubuh yang seragam. Adakalanya batuan beku memiliki beberapa fragmen yang hadir. Fragmen batuan beku dapat berasal dari magma yang sama ataupun dari benda lain yang dilewati magma sehingga terbawa pada saat pembekuan. Dalam hal ini, batuan beku dibagi menjadi dua, yaitu batuan beku non fragmental dan batuan beku fragmental.

Batuan beku non fragmental

Gambar 1. Batuan beku non fragmental dalam bentuk Kekar Kolom (Kabupaten Wonogiri)

    Merupakan batuan beku yang terbentuk tanpa adanya fragmen sehingga dalam satu tubuh batuan tersebut tetap memiliki komposisi mineral yang seragam. Pada dasarnya merupakan batuan beku yang membeku dibawah permukaan bumi dan memiliki waktu pembekuan cukup lama. Batuan beku non fragmental ini banyak dijumpai pada batuan beku plutonik dan hypabisal.

Batuan beku fragmental

Gambar 2. Batuan beku fragmental dalam bentuk Breksi Autoklastik (Gunung Merapi, Boyolali)

     Merupakan batuan beku yang memiliki fragmen. Batuan beku fragmental juga sering disebut sebagai Piroklastik. Batuan beku fragmental ini sering terbentuk diatas permukaan bumi. Batuan beku fragmental juga dapat terbentuk di bawah permukaan bumi jika magma yang membeku melelehkan sebagian batuan samping sehingga menjadikannya fragmen pada batuan beku itu sendiri.


Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut