• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Delineasi Polyline (Global Mapper)

Selamat datang di tutorial Global mapper.
kali ini saya akan menjelaskan tenetang bagaimana membuat line pada global mapper.

Membuat line ini digunakan untuk delineasi dalam bentuk garis seperti jalan atau sungai.

Terdapat 2 jenis, yaitu garis kaku dan garis halus atau free hand.

Untuk garis kaku dapat menggunakan tools create line feature (vortex mode) dengan cara klik kiri pada peta dan begitu selanjutnya. Untuk mengakhirinya gunakan klik kanan.

Input nama garis sesuai keinginan. Untuk lebih jelasnya dapat melihat tutorial modify feature info.

Untuk garis yang bebas atau free hand, menggunakan tools create line feature (trace mode) dengan cara drag mouse kearah yang kita inginkan dan garis akan mengikuti kemana mouse bergerak.

Input nama garis sesuai dengan keinginan. untuk lebih lanjutnya dapat melihat tutorial create feature info.

Sekian tutorial kali ini, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Youtube kami.
semoga bermanfaat dan terimakasih
Share:

ArcGIS 10.4 Download

     ArcGIS merupakan software GIS yang sangat umum digunakan untuk melakukan pemetaan. ArcGIS ini dikembangkan oleh ESRI. ESRI (Environmental System Research Institute) yang berpusat di Redlands, California, adalah salah satu perusahaan yang mapan dalam pengembangan perangkat lunak untuk GIS. Memulai debutnya dengan produk ArcInfo 2.0 pada awal 1990 an, ESRI terus memperbaiki produknya untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.

     ArcGiis ini memiliki sangat banyak manfaat terutama dalam bidang pemetaan. Pada arcGis terdapat kemampuan untuk membaca dan mengolah data baik data raster meupun data vector. Selain itu, di ArcGis juga dapat dilakukan pengolahan pada perhitungan yang diperlukan pada peta seperti area dan volume.


Minimal system yang diperlukan untuk menjalankan program arcGIS
  • OS: Windows 7 SP1/8/8.1 (32 and 64 bit)
  • Processor Intel Pentium 4
  • Processor 2.2 Ghz
  • 2 GB RAM
  • 2.4 GB Disk Space
  • 1024 x 768 Screen Resolution
Link Download ArcGIS Desktop 10.4 ==> Click Here
Tanyakan Pasword di
OA Line kami @qhw502u


Share:

Membuat dan mewarnai 3D surface (Surfer)

Selamat datang di tutorial surfer.
Kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana membuat peta 3D menggunakan surfer.
Untuk membuat peta 3D kita memerlukan data grid yang didapatkan dengan melakukan gridding. (lihat materi Gridding)

Untuk memulai membuat peta 3D kita dapat menggunakan menu bar map --> New --> 3D surface

Kemudian pilih grid yang telah kita siapkan sebulumnya.

Klik open dan hasilnya akan keluar.

Untuk mengubah warna, dapat menggunakan pewarnaan yang ada pada bagian kiri dari surfer setelah kita klik hasilnya.

Ganti material color pada upper dan lihat perubahannya.


Sekian tutorial kali ini, untuk lebih jelasnya silahkan lihat videonya di Youtube kami.

semoga bermanfaat dan terimakasih.
Share:

Air Permukaan

     Air permukaan merupakan air yang ada di atas permukaan bumi baik yang berasal dari mata air maupun dari air hujan. Air permukaan ini banyak yang mengalami pemindahan dari potensial besar menuju potensial kecil atau orang awam biasa sebut dengan dari elevasi tinggi menuju elevasi rendah. Air permukaan dalam pergerakannya dipengaruhi oleh gaya gravitasi sehingga menjadikan aliran air akan menuju ke muara yaitu laut dari arah hulu. Tidak semua air dari hulu langsung menuju ke muara, pada beberapa daerah terdapat air permukaan yang tertahan karena masuk ke dalam danau.

     Keterdapatan air permukaan, sangat bergantung kepada iklim suatu daerah. Iklim akan menentukan curah hujan yang terjadi pada wilayah tertentu. Curah hujan yang tinggi, mampu meningkatkan jumlah air permukaan yang juga mempengaruhi laju dari aliran air tersebut. Selain  curah hujan terdapat beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi volume dan kecapatan aliran diantaranya adalah kelerengan dan porositas dan permeabilitas dari batuan yang terkena air hujan.

     Kelerengan berperan penting dalam aliran air permukaan yang berdampak pada kecepatan air. Semakin tinggi nilai kelerengannya maka akan semakin cepat air permukaan yang melewatinya. Sedangkan porositas dan permeabilitas batuan yang terkena air hujan berperan dalam volume air permukaan yang akan di teruskan. Porositas yang tinggi dan permeabilitas yang rendah akan meningkatkan nilai infiltrasi pada batuan sehingga banyak air permukaan yang akan mengisi prositas batuan tersebut sehingga volume aliran air akan berkurang karena air tidak lagi di permukaan melainkan telah masuk ke bawah permukaan.

     Aliran air permukaan dapat diketahui dengan berbagai macam metode diantaranya adalah perhitungan langsung dan perhitungan tidak langsung. Perhitungan langsung dapat dilakukan dengan menghitung langsung pada badan sungai dengan menggunakan meteran pada bendungan, menggunakan perhitungan apung, menggunakan bangunan hidrolik (cipoletti dan thomson) dan perhitungan salt dilution. Sedangkan untuk pengukuran tidak langsung dapat menggunakan pendekatan area velocity methode.
Share:

Siklus Hidrologi

     Siklus hidrologi merupakan perjalanan air di permukaan bumi. Perjalanan air ini berjalanan secara menerus dari adanya pergerakan air dari laut yang ter uapkan kemudian berjalanan menuju daratan, jatuh ke tanah hingga mengalir ke laut kemmbali dan teruapkan lagi. Tidak semua air berjalanan seperti pada siklus, sebagian air mengalami penghambatan atau penambahan yang terjadi oleh beberapa hal diantaranya di sebabkan oleh makhluk hidup dan juga tertahan di tempat-tempat tertentu seperti sungai, danau serta beberapa tersimpan dalam tanah.


     Dalam perjalanan air yang ada di permukaan bumi memerlukan energi untuk air tersebut bergerak. Energi yang paling berpengaruh pada pergerakan air permukaan adalah energi panas matahari dan energi gravitasi.

     Matahari berfungsi dalam pemanasan air laut yang sangat berguna pada proses penguapan atau evaporasi. Pada proses evaporasi akan menghasilkan uap-uap air yang kemudian terbawa oleh angin menuju ke suatu tempat tertentu. Keadaan atmosfer memungkinkan untuk terjadinya hujan dengan gaya utama yang bekerja adalah gravitasi sehingga mampu membawa air turun ke permukaan bumi dan dengan gravitasi pula air yang telah berada di permukaan bumi melewati jalur-jalur yang di kenal sebagai sungai untuk menuju ke muara atau laut.

     Air permukaan tidak semuanya berjalan melalui sungai, beberapa diantaranya akan terserap oleh tanah (infiltrasi) yang akan menghasilkan air bawah permukaan. Air bawah permukaan ini dapat tertampung di beberapa tempat yang memungkinkan untuk air tersebut tersimpan dan akan terakumulasi pada salah satu cekungan yang terbentuk atau biasa dikenal dengan cekungan air tanah (CAT).
Share:

Membuat Grid Vector Map

Selamat datang di tutorial surfer.
kali ini saya akan menerangkan tentagn bagaimana cara kita membuat grid vector atau garis pengaliran dari suatu data yang kita punya.

Grid vector memerlukan data grid atau data dem untuk membuatnya

Untuk membuat grid vector, menggunakan menu bar map --> new --> grid vector map

Pilih data grid yang akan dijadikan vector map

pilih open dan hasilnya akan keluar.

Sekian tutorial kali ini, untuk lebih jelasnya silahkan lihat video kami di Youtube

terimakasih semoga bermanfaat :)
Share:

Global Mapper v16

Global Mapper merupakan salah satu software geospasial yang dapat mengolah data berupa data vector, raster serta dapat mengolah data citra dengan baik. Global mapper ini memiliki kemampuan membaca semua data tersebut sehingga mudah kita untuk melakukan pengolahan menggunakan global mapper tidak seperti software lainnya yang hanya bekerja pada ekstensi tertentu saja.

Global mapper v16 ini merupakan upgrade-an dari global mapper sebelumnya yaitu global mapper v15. Tidak berbeda dengan v15, v16 ini memiliki tampilan yang sama dengan v.15 hanya mengalami penambahan tools saja yang dimutakhirkan.

System Reqiurements

  • Windows 2000/XP/Vista/7/8/8.1 or Server 2003/2008/2012 (32-bit/64-bit)
  • 1 GB RAM, 2GB RAM untuk windows 64 bit
  • 120 MB disk space

Link Download:
==> Global Mapper v16 x86 x64
Share:

Golden Software Surfer 10

Surfer merupakan software interpolasi data yang berada di bawah naungan Golden Software. Di dalam surfer terdapat berbagai macam tools dimana sangat membantu dalam menginterpolasi data. Selain interpolasi data, di dalam surfer juga terdapat tools untuk menampilkan data dalam bentuk gambar beserta lokasinya dan data hasil dari interpolasi yang dapat berupa post map, contour map bahkan tampilan 3D dari hasil interpolasi.

Surfer 10 merupakan salah satu versi dari surfer yang rilis di tahun 2011 dengan system minimal untuk menjalankan:
- OS windows XP atau lebih tinggi
- 100MB ruang hard disk kosong
- Ram 512 untuk windows XP, Ram 1GB untuk windows 7/8/10 32 bit dan Ram 2GB utuk windows 7/8/10 64 bit
- resolusi monitor 1024X768

Download Link:
==> Surfer 10 v10.2.601 x86 x64
Share:

Peta Administrasi Jawa Tengah

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Jawa yang terletak diantara Jawa Barat, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi Jawa Tengah ini secara Geografi terletak diantara 5° 4’ dan 8° 3’ Lintang Selatan dan antara 108° 30’ dan 111° 30’ Bujur Timur.

Peta Menyusul

Jawa Tengah Terdiri dari 29 Kabupaten dan 6 Kota.

Kabupaten:

  1. Kabupaten Banjarnegara
  2. Kabupaten Banyumas
  3. Kabupaten Batang
  4. Kabupaten Blora
  5. Kabupaten Boyolali
  6. Kabupaten Brebes
  7. Kabupaten Cilacap
  8. Kabupaten Demak
  9. Kabupaten Grobogan
  10. Kabupaten Jepara
  11. Kabupaten Karanganyar
  12. Kabupaten Kebumen
  13. Kabupaten Kendal
  14. Kabupaten Klaten
  15. Kabupaten Kudus
  16. Kabupaten Magelang
  17. Kabupaten Pati
  18. Kabupaten Pekalongan
  19. Kabupaten Pemalang
  20. Kabupaten Purbalingga
  21. Kabupaten Purworejo
  22. Kabupaten Rembang
  23. Kabupaten Semarang
  24. Kabupaten Sragen
  25. Kabupaten Sukoharjo
  26. Kabupaten Tegal
  27. Kabupaten Temanggung
  28. Kabupaten Wonogiri
  29. Kabupaten Wonosobo
Kota:
Share:

Plotting Data Lapangan

Plotting data lapangan untuk konfigurasi schlumberger ini sangat diperlukan untuk mengetahui trend dari persebaran nilai resistivitas yang di plotkan pada tabel double log. Pada plotting titik ini diperlukan nilai dari bentangan AB dan nilai resistivitasnya. Pada tabel double log, sumbu x mewakili nilai AB/2 dan sumbu y mewakili nilai resistivitas lapangan.


Dalam Pengeplottan nilai baik nilai AB/2 maupun nilai resistivitas menggunakan kaidah log dalam artian tidak ada nilai 0 yang ada adalah 1,2,3...,10,20,30....,100 (kelipatan sepuluh untuk angka satu di depan deretan angka.
Share:

Batuan Sedimen Klastik

      Batuan sedimen klastik merupakan batuan sedimen yang berasal dari batuan induk dengan proses pembentukan secara mekanik seperti pada siklus sedimen. Menurut Pettjohn (1975), batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali detritus atau pecahan batuan asal yang berupa batuan metamorf, batuan beku, atau batuan sedimen itu sendiri.

      Sedimen klastik terbentuk karena adanya proses pelapukan dari batuan induk yang kemudian tertransport oleh media tertentu sehingga dapat terendapkan di suatu tempat yang pada akhirnya akan mengalami litifikasi. Material dari sedimen klastik ini dapat berada di berbagai tempat tergantung dari media yang membawanya. Setiap tempat memiliki karakteristik endapan masing-masing baik itu di sungai, danau bahkan laut.

     Ciri umum dari batuan sedimen klastik ini adalah adanya struktur sedimen yang mengisi  batuan tersebut. Struktur sedimen ini terdapat pada sedimen klastik bergantung dari gaya yang ada pada saat pengendapan (baca selengkapnya pada Struktur Sedimen).

     Batuan sedimen klastik memiliki proses pembentukan diagenesis yang bertahap yaitu:

> Kompaksi yaitu pemampatan atau penekanan material sedimen yang di sebabkan karena adanya pembebanan material diatasnya yang menyebabkan pengerasan terhadap material yang akan menjadi batuan dan mengalami pengurangan air di dalamnya

> Sementasi yaitu pengisian ruang kosong antar butiran yang telah termampatkan dengan proses kimiawi dan pengikatan butiran.

> Rekristalisasi yaitu proses pengkristalan kembali dari mineral-mineral yang telah larut pada diagenesis atau sebelumnya.

> Autigenesis yaitu penambahan mineral baru pada batuan sedimen.

> Metasomatisme yaitu penggantian mineral asli dari sedimen menjadi mineral atigenik tanpa mengurangi volume dari batuan.
Share:

Siklus Sedimentasi

     Sedimen merupakan batuan yang terbentuk karena adanya poses pengendapan. Material-material yang diendapkan merupakan material yang berasal dari batuan induknya. Batuan induk sedimen ini dapat berupa batuan beku, batuan metamorf bahkan batuan sedimen itu sendiri yanng kemudian terendapkan dan suatu saat akan kembali lagi menjadi batuan induk dengan melewati proses-proses tertentu.

     Perputaran sedimen dari batuan induk hingga menjadi batuan induk ini sering di sebut dengan siklus sedimen yang memiliki beberapa fase atau tahap yang terdiri dari pelapukan, erosi, transportasi, deposisi, litifikasi dan uplift yang akan menjadikan batuan kembali menjadi induk dari proses sedimentasi.

     Pelapukan merupakan proses yang terjadi pada batuan intuk yang mengalami kerusakan disebabkan karena proses kimia yang menyebabkan batuan menjadi lemah dan mudah terkikis atau ter erosi. Erosi merupakan terpisahnya material batuan dari batuan induknya yang disebabkan oleh berbagai macam gaya eksogen atau pengaruh dari luar. Transportasi merupakan proses pemindahan material hasil erosi ke tempat pengendapan. Deposisi merupakan proses pengendapan dari material sedimen yang disebabkan oleh tidak adanya gaya transportasi yang mampu membawanya sehingga material tersebut mengendap. Litifikasi merupakan proses pembentukan material hasil deposisi menjadi batuan sedimen yang dihasilkan dari beberapa faktor. Uplift merupakan proses tektonik yang menyebabkan batuan yang telah menjadi batuan dan telah terkubur menjadi batuan yang terlihat dan menjadi batuan induk.

Sumber : Selley, R, C. 2000. Applied Sedimentology Second Edition. London: Imperial Collage of Science, Technology and Medicine
Share:

Tekstur Batuan Metamorf

2.      Tekstur Batuan Metamorf
2.1.   Kristaloblastik, yaitu batuan metamorf yang sudah tidak terlihat lagi batuan asalnya.


2.2.   Relic, yaitu batuan metamorf yang masih terlihat batuan asalnya.

Share:

Tekstur Batuan Beku

2.   Tekstur Batuan Beku
Tekstur pada batuan beku berkaitan dengan ukuran, bentuk dan susunan butiran mineral dalam batuan. Tekstur pada batuan beku ini menunjukan derajat kristalisasi, ukuran butiran, granularitas dan kemas atau hubungan antara unsure-unsur itu.
                                                                (Williams, 1982)
2.1.   Derajat Kristalisasi
Derajat kristalisasi adalah perbandingan antara kristal dan gelasan yang terdapat pada batuan beku. Derajat kristalisasi sendiri terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
2.1.1.      Holokristalin     : batuan beku yang penuh dengan Kristal
2.1.2.      Hipokristalin     : perbandingan antara Kristal dan gelasan sama
2.1.3.      Holohialin         : batuan beku yang penuh dengan gelasan.
2.2.   Granularitas
Granularitas adalah ukuran butir pada batuan beku baik yang terlihat maupun tak terlihat. Pada granularitas yang terlihat sering disebut dengan fanerik, dan untuk yang tak terlihat sering di sebut afanitik
2.2.1.  Fanerik, yaitu ukuran butir mineral yang relative besar dan dapat dilihat secara megaskopis. Untuk pembedaa ukurannya adalah sebagai berikut :
·       Halus, ukuran diameternya <1mm
·       Sedang, ukuran diameternya 1mm-5mm
·       Kasar, ukuran diameternya 5mm-10mm
·       Sangat kasar diameternya 10mm-100mm
·       Polimerik, apabila ukuran diameter pada satu bajtuan lebih dari 1 jenis.
Gambar 2.1 Tekstur Fanerik

2.2.2.   Afanitik, yaitu butiran-butiran mineral yang tidak terlihat secara megaskopis, bahkan terkadang dengan mikroskopispun tak terlihat.
               
           
Gambar 2.2 Tekstur Afanitik
2.3.   Kemas
Kemas melipti bentuk butir dan hubungan antar butir
2.3.1.      Bentuk butir
·       Euhedral, apabila batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal.
·       Subhedral, apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.
·       Anhedral, apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.
2.3.2.      Hubungan antar butir (relasi)
Hubungan antar Kristal (relasi) didefinisikan sebagai hubungan antara Kristal atau mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. Secara garis besar, relasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
2.3.2..1. Equigranular, yaitu apabila secara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan berukuran sama besar. Berdasarkan keidealan kristal-kristalnya, maka equigranular dibagi menjadi tiga, yaitu:
·           Panidiomorfik granular, yaitu apabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang euhedral.
·           Hipidiomorfik granular, yaitu apabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral-mineral yang subhedral.
·           Allotriomorfik granular, yaitu apabila sebagian besar mineral-mineralnya terdiri dari mineral mineral yang anhedral.
2.3.2..1. Inequigranular, yaitu apabila ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama besar. Mineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa berupa mineral atau gelas.
Share:

Bowen's Reaction Series (Deret Bowen)

Pada tahun 1913, Bowen mendedikasikan suatu deret kristalisasi dari plagioklas yang kemudian pada tahun 1928 Bowen mempublikasikan seri dengan menggunakan namanya. Bowen merupakan orang yang pertama kali mencetuskan tentang urutan kristalisasi mineral. Dari penelitiannya pada batuan basaltik yang di analisis pada tahun 1928 dia mempublikasikan seri yang digabungkan dengan penemuannya pada mineral plagioklas yang di kenal dengan Bowen's Reaction Series.



Bowen's Reaction Series ini menjelaskan bahwa adanya perubahan mineral seiring berkurangnya suhu dan tekanan yang terjadi pada magma. Pada deret discontinous atau tidak berkelanjutan menjelaskan bahwa setiap penurunan suhu akan mengalami perubahan mineral yang dapat dilihat dari sifat-sifat mineralnya serta komposisinya yang berbeda. Pada deret continous mineral yang terbentuk sama yaitu plagioklas hanya saja berubah pada kandungan Ca dan Na nya, semakin turun suhunya maka Ca-nya semakin sedikit karena telah terbentuk bersama mineral sebelumnya.
Share:

Penambahan Attribute (keterangan)

Selamat datang di tutorial arcMap.
Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana menambahkan attribut pada polygon.

Penambahan attriubte ini bertujuan untuk memberikan keterangan tambahan berupa nama polygon, urutan, dan lain sebagainya.

Dalam penambahan attribute, dilakukan ketika attribute tablenya telah terbuka dengan cara klik kanan pada polygon di table of content dan pilih attribute table


Pastikan editing telah di stop, karena jika masih dalam keadaan start maka tidak akan dapat dilakukan penambahan kolom.

Klik pada table option dan pilih add field.

Isikan nama untuk penamaan kolom dan type untuk memilih jenis yang akan kita inputkan. integer untuk nomor dan text untuk nama.

Untuk mengisi nama dapat dilakukan ketika start editing.

Untuk menentukan polygon yang akan di beri nama, klik pada kotak bagian kiri maka polugon akan terpilih, atau dapat memilih polygonnya dengan menggunakan edit tool.



Untuk menyelesaikannya tinggal di stop editing.

Sekian tutorial arcMap kali ini untuk lebih jelasnya lihat videonya di Youtube
terimakasih semoga bermanfaat.
Share:

Batas Administrasi Jawa Barat

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang ada di Pulau Jawa. Jawa Barat terletak di kelilingi oleh Jakarta dan Banten di bagian barat dan Jawa Tengah di bagian timur. Jawa Barat terletak di antara 5°50’ - 7°50’ Lintang Selatan dan 104°48’ - 108°48’ Bujur Timur.


Provinsi Jawa Barat ini memiliki 26 kabupaten dan kota madya yang terdiri dari 17 kabupaten dan 9 kota madya
Kabupaten

  1. Bandung
  2. Bandung Barat
  3. Ciamis
  4. Cianjur
  5. Bogor
  6. Bekasi
  7. Cirebon
  8. Garut
  9. Indramayu
  10. Karawang
  11. Kuningan
  12. Majalengka
  13. Purwakarta
  14. Subang
  15. Sukabumi
  16. Sumedang
  17. Tasimalaya

Kota Madya

  1. Kota Bandung
  2. Kota Bekasi
  3. Kota Banjar
  4. Kota Bogor
  5. Kota Cimahi
  6. Kota Cirebon
  7. Kota Depok
  8. Kota Sukabumi
  9. Kota Tasikmalaya
Menerima pembuatan peta. Untuk detailnya dapat klik disini
Share:

Penulisan Data Pengolahan Res2Dinv

Pengolahan menggunakan res2Dinv diperlukan data lapangan dengan aturan tertentu dan harus di sesuaikan agar dapat dilakukan analisis pada software ini. Software res2dinv ini membaca data dengan ekstensi .dat yang dapat dibuat menggunakan notepad maupun menggunakan surfer.

Berikut ini adalah ketentuan penulisan untuk input data pada res2Din menggunakan surfer.


No. Merupakan urutan baris ke.
  1. Berisi Nama Bentangan, bebas ingin diisikan apa sesuai kebutuhan
  2. Berisi bentangan terpendek pada pengukuran (dalam hal ini wenner)
  3. Konfigurasi yang digunakan (1 untuk wenner, 7 untuk schlumberger)
  4. Jumlah data yang didapatkan
  5. Jenis lokasi x pada pengukuran (1 untuk data dengan nilai bentangan diambil pada tengah bentangan)
  6. Pengaturan topografi (0 jika tidak ada data elevasi dan 1 jika ada data elevasinya)
  7. Data pertama (kolom 1 titik tengah antar bentangan AB, kolom 2 jarak antar elektroda dan kolom 3 nilai resistivitas lapangan)
  8. Data Kedua
  9. .
  10. .
  11. .
  12. .
  13. .
  14. Hingga bagian akhir data dan dilakukan penambahan 4 nilai 0 pada bagian bawah untuk melakukan penutupan array.

Share:

Penggunaan Res2Dinv Tanpa Perubahan

Selamat datang di tutorial res2Dinv.
kali ini saya akan menjelaskan secara singkat bagaimana melakukan intepretasi pada res2dinv tanpa merubah apapun

langkah awal adalah read data.


Hingga muncul keterangan completed

Setelah selesai, dapat menggunakan menu bar inversion untuk mengeluarkan hasilnya.

pilih inversion --> carry out inversion

Save file dengan extensi inv

Setelah selesai, akan keuluar hasilnya dan tinggal intepretasi saja.


Sekian tutorial kali ini, untuk lebih jelasnya silahkan buka videonya di Youtube.
Terimakasih dan semoga bermanfaat :)
Share:

Clinic Bimbel

Popular Posts

Blog Archive

Followers