Sketsa

     Sketsa merupakan salah satu cara untuk menyatakan gambaran dari singkapan yang diamati. Seorang geologist, akan menggunakan sketsa untuk menjabarkan keadaan lapangan dari suatu singkapan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan penggambarannya kepada orang lain terutama pada hal-hal yang sulit untuk dijelaskan. Selain untuk menjelaskan, sketsa juga menjadi gambaran bagus untuk kondisi geologi yang rumit sehingga tergambarkan dengan sempurna beserta keterangan-keterangan gambarnya.
Gambar 1. Sketsa Batuan Sedimen

     Penggambaran sketsa umumnya dilakukan pada buku yang memiliki gambaran skala sehingga dalam pemberian skala dapat lebih akurat dibandingkan dengan buku biasa tanpa adanya garis skala. Skala pada sketsa berfungsi untuk menjelaskan dimensi sebenarnya dari singkapan tersebut sehingga pembaca dapat mengetahui maksud penggambaran hingga mampu menganalisa kejadian geologi yang terjadi pada singkapan tersebut.

     Foto merupakan salah satu elemen pendukung sketsa yang dapat menjelaskan mengenai kondisi lapangan. Meskipun foto dapat terlihat seperti kenyataan, sebuah foto memiliki kelemahan dimana dengan menggunakan foto, seorang geolog tidak dapat mengetahui kejadian-kejadian penting yang terjadi seperti: adanya rekahan yang mungkin tidak terekam, adanya pengotor pada batuan yang juga tidak terlihat difoto dan lain sebagainya.

     Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan dalam pembuatan sketsa sesuai dengan penggunaannya, diantaranya adalah:
  1. Prespektif dan Pengasiran (Arseering)
  2. Sketsa Bentang Alam
  3. Sketsa Singkapan
Daftar Pustaka
Asikin, Sukendar., Koesoemadinata R P., Sampurno., Ong Hang Ling., Suparka, Emy., Subroto Eddy A., dan Harsolumakso, Agus H. 1999. Buku Pedoman Geologi Lapangan. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Compton, R. R. 1985. Geology in the Field. John Wiley & Sons.


<-- Jasa Pemetaan Geologi

Share:

No comments:

Post a Comment

Clinic Bimbel

Popular Posts

Blog Archive

Followers