• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Jenis Mineral

     Jumlah mineral di muka bumi sangat banyak. Setiap mineral memiliki ciri khasnya masing-masing terutama pada kandungan silikanya, sehingga mineral secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua golongan utama, yaitu mineral silikat dan mineral non silikat.

     Mineral silikat merupakan mineral dengan komposisi utama adalah Silikat (Si) dan Oksigen (O). Mineral silikat ini menyusun 95% litosfer dan mantel bumi bagian atas. Mineral silikat sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Gambar 1. Contoh mineral silikat
  1. Framework Silicates, merupakan mineral yang paling melimpah di alam. Mineral yang termasuk ke dalam golongan ini adalah quartz dan feldsparsFeldspar, terdiri dari Orthoclase yang kaya akan Kalium (K) dan Plagioclase yang kaya akan kalsium (Ca) dan natrium (Na).
  2. Sheet silicates, mineral yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Micas, Muscovit kaya akan Alumunium (Al) dan Biotit kaya akan besi (Fe).
  3. Chain silicates, mineral yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Phyroxenes berantai tunggal dan Amphibole berantai ganda.
  4. Single tetrahedron, mineral yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Olivine.
     Mineral non silikat merupakan mineral yang penyusun utamanya merupakan unsur kimia selain Silikat (Si) dan Oksigen (O). Mineral non silikat sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Gambar 2. Contoh mineral non silikat
  1. Oxide
    Tersusun dari oksigen dan logam atau ion-ion lain. Contoh mineralnya adalah Hematit (Fe2O3), Magnetit(Fe3O4) dan Corundum (Al2O3).
  2. Carbonate
    Mineral dengan penyusun utamanya adalah (CO3)2 yang berkombinasi dengan Ca, Mg, Fe, Cu dan lain sebagainya. Mineral jenis ini memiliki banyak jenisnya dan yang paling sering terlihat adalah Calcite, Aragonite dan Dolomite.
  3. Sulfide
    Mineral dengan komposisi berupa kombinasi atau gabungan antara logam dan sulfur (S). Contoh mineral pada golongan ini adalah Galena (PbS) dan Pyrite (FeS2).
  4. Sulfates
    Mineral dengan penyusun utamanya adalah ion sulfat (SO4) yang berkombinasi dan bergabung dengan Ca, Mg, Ba, Fe, Cu dan lain sebagainya. Contoh mineral golongan ini adalah Gypsum, Anhydrite dan Barite (Ba SO4).
  5. Posphate
    Mineral dengan penyusun utamanya adalah ion fosfat (PO4) yang berkombinasi atau bergabung dengan Ca, Ba, Mg, Fe, Cu dan lain sebagainya. Contoh mineral golongan ini adalah Apatite.
  6. Native Element
    Mineral native merupakan mineral yang dapat berdiri sendiri tanpa menjadi kombinasi atau bergabung dengan unsur kimia lain. Contoh mineral golongan ini adalah Emas (Au), Silver (Ag), Diamond (C), Graphite (C)
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Genuk, Kota Semarang

     Kecamatan Genuk merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Semarang. Secara geografis, Kecamatan Genuk terletak diantara 110 26' 30" hingga 110 30' 19" Bujur Timur dan 6 55' 53" hingga 6 59' 59" Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Genuk berbatasan langsung dengan Laut Jawa di bagian Utara, Kabupaten Demak di bagian timur, Kecamatan Pedurungan di bagian selatan dan Kecamatan Gayamsari di bagian barat.
Gambar 1. Peta Administrasi Kecamatan Genuk, Kota Semarang

     Kecamatan Genuk terdiri dari 13 desa/kelurahan. Berikut adalah daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Genuk, Kota Semarang:
  1. Desa Bantengayu Kulon
  2. Desa Bantengayu Wetan
  3. Desa Banjardowo
  4. Desa Gebangsari
  5. Desa Genuksari
  6. Desa Karangroto
  7. Desa Kudu
  8. Desa Muktiharjo Lor
  9. Desa Penggaron Lor
  10. Desa Sembungharjo
  11. Desa Terboyo Kulon
  12. Desa Terboyo Wetan
  13. Desa Trimulyo

Share:

Mineral

     Mineral adalah suatu zat (fasa) padat yang terdiri dari unsur atau persenyawaan kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses anorganik. Mineral memiliki sifat-sifat kimia dan fisika tertentu dan mempunyai penempatan atom-atom secara beraturan di dalamnya atau dikenal sebagai struktur kristal. Mineral memiliki sifat, bentuk tertentu dalam keadaan padatnya, sebagai perwujudan dari susunan yang teratur di dalamnya yang dibatasi oleh bidang-bidang kristal. Dengan demikian, kristal secara umum didefinisikan sebagai bahan padat yang homogen dan memiliki pola internal susunan tiga dimensi yang teratur.
Gambar 1. Gambaran macam-macam mineral

     Definisi mineral menurut beberapa ahli:

  1. L.G Berry dan B. Mason, 1959
    Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur
  2. D.G.A Whitten dan J.R.V Brooks, 1972
    Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural memiliki sifat homogen dan mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam anorganik
  3. A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
    Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen dan mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas-batas dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk didalam dan bukan hasil suatu kehidupan.
     Mineral memiliki jumlah yang sangat banyak dan memiliki sifat masing-masing. Mineral dapat dideterminasi dengan melihat jenis mineral dan sifat fisik mineral. Selain dari jenis dan sifat fisik, mineral juga memiliki sistem yang disebut dengan sistem kristal yang mempengaruhi kondisi mineral itu sendiri yang dipelajari pada Kristalografi

<< Kembali ke materi sebelumnya


Share:

Geologi Dasar

     Geologi berasal dari kata Geo yang artinya bumi dan logos yang artinya ilmu. Secara harfiah, Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi beserta isinya. Secara khusus, geologi mempelajari batuan dari bentuk hingga komposisi kimianya sehingga mendapatkan analisa tentang cerita kejadian batuan tersebut terbentuk hingga kondisi yang akan datang pada batuan tersebut.

Adapun materi dasar yang dibahas adalah
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang

     Kecamatan Gayamsari merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Semarang. Secara geografis, Kecamatan Gayamsari terletak diantara 110 26' 20" hingga 110 27' 14" Bujur Timur dan 6 56' 56" hingga 7 0' 22" Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Gayamsari berbatasan langsung dengan Kecamatan Genuk di bagian utara, Kecamatan Pedurungan di bagian timur, Kecamatan Semarang Selatan di bagian selatan dan Kecamatan Semarang Timur di bagian barat.
Gambar 1. Peta Administrasi Kecamatan Gayamsari

     Kecamatan Gayamsari terdiri dari desa/kelurahan. Berikut adalah daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang:
  1. Desa Gayamsari
  2. Desa Kaligawe
  3. Desa Pandean Lemper
  4. Desa Sambirejo
  5. Desa Sawahbesar
  6. Desa Siwalan
  7. Desa Tambakrejo

Share:

Jasa Pengeboran/Pemboran Sumur

Neededthing menyediakan jasa pemboran sumur dalam untuk:
  • Keperluan airbersih
  • Survei Geoteknik
  • Survey tambang
  • Penelitian
Tatacara pemesanan:
  • Pemesan memberikan detail lokasi pemboran
  • Pemesan menentukan spek dan kedalaman yang diinginkan
  • Survey pendahuluan akan dilakukan oleh pihak neededthing 
  • Neededthing akan memberikan harga pembuatan sumur bor
  • Tanda tangan kontrak setelah harga disetujui kedua belah pihak.
Ingin tahu lebih lanjut?
Hubungi kami di:
line : @qhw5021u
Wa: +62 852 0154 8669


Share:

Menentukan Lokasi Pengamatan

     Kegiatan lapangan tidak lepas dari yang namanya orientasi medan. Salah satu yang ada dalam orientasi medan adalah menentukan lokasi pengamatan. Lokasi Pengamatan merupakan hal yang sangat penting dan sangat berpengaruh. Ketepatan dalam menentukan lokasi akan menghasilkan peta geologi yang sesuai. Kesalahan dalam menentukan lokasi dapat menyebabkan kesalahan dalam analisis seperti kesalahan dalam konstruksi struktur, penyusunan stratigrafi dan lain sebagainya.
Gambar 1. Simulasi penentuan lokasi pengamatan

     Pada umumnya, sepanjang kegiatan lapangan digunakan peta topografi atau foto udara untuk membantu menentukan lokasi. Pada zaman sekarang sudah dikenal alat yang bernama GPS handheld maupun GPS yang telah terinstall pada Smarthphone. Kedua alat tersebut dapat sangat membantu dalam pemetaan hanya saja akan terjadi permasalahan ketika kedua hal tersebut mengalami habis battery atau rusak ditengah kegiatan pemetaan. Untuk menanggulangi hal tersebut, cara konvensional diperlukan dengan menggunakan kompas.


Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut