• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Macam-macam Citra Penginderaan Jauh

     Citra penginderaan jauh umumnya dibagi menjadi dua, yaitu Citra Foto dan Citra Non Foto. Citra Foto merupakan citra yang diperoleh dengan menggunakan alat penginderaan jauh berupa kamera. Citra non foto merupakan citra yang diperoleh menggunakan alat penginderaan bukan kamera dan biasanya menggunakan spektrum radar.

Gambar 1. Citra Foto

Gambar 2. Citra Non Foto

Share:

Penginderaan Jauh

     Penginderaan jauh merupakan pengumpulan keterangan mengenai permukaan bumi dari jarak jauh baik secara langsung pada jarak yang cukup jauh atau menggunakan citra. Menurut Estes dan Simonett (1975) dalam Sutanto (1992) menjelaskan bahwa pengindraan jauh merupakan pengambilan atau pengukuran data/informasi mengenai sifat dari sebuah fenomena, obyek atau benda dengan menggunakan sebuah alat perekam tanpa berhubungan langsung dengan bahan studi.

Gambar 1. Contoh Penginderaan Jauh

    Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah atau gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah atau gejala yang dikaji. Alat yang dimaksud adalah sendor dari satelit sedangkan data yang dimaksud berupa data citra satelit.


     
Share:

Klasifikasi Bentuklahan

     Sehubungan dengan stadia geomorfologi yang dikenal juga sebagai siklus geomorfik (Geomorphic cycle) yang pada mulanya diajukan oleh Davis dengan istilah Geomorphic cycle. Siklus dapat diartikan sebagai suatu peristiwa yang mempunyai gejala yang berlangsung secara terus menerus (continue) dengan gejala awal dan akhir relative sama. Misalnya, suatu bentuk lahan dinyatakan telah mengalami satu siklus geomorfik apabila telah melalui tahap perkembangan stadia muda, dewasa dan tua.
Gambar1. Siklus geomorfik dari muda ke tua

     Stadia tua dapat kembali menjadi muda apabila terjadi peremajaan (rejuvenation) atas usatu bentuklahan. Dengan kembalinya ke stadia muda, maka dapat dinyatakan bahwa siklus geomorfik yang kedua mulai berlangsung.
Gambar 2. Klasifikasi Bentang Alam (Lobeck, 1939)

Share:

Struktur, Proses dan Stadia

     Struktru, proses dan stadia merupakan faktor-faktor penting dalam pembahasan geomorfologi. Pembahasan suatu daerah tidaklah lengkap jika salah satu dari ketiganya diabaikan. Ketiga faktor tersebut merupakan pilar dari prinsip dasar geomorfologi.

    Struktur dalam pembelajaran bentuk lahan yang diperhatikan adalah struktur geologi. Struktur geologi merkupakan properti penting dalam perkembangan suatu bentuklahan. Struktur geologi akan sangat mempengaruhi keadaan relief suatu daerah. Struktur geologi terjadi akibat adanya proses tektonik, itulah mengapa strutur ini dipengaruhi oleh gaya endogen.

     Proses merupakan kegiatan yang terjadi pada bentuklahan. Proses ini dapat menimbulkan bentukan-bentukan khas dari suatu bentuklahan dimana didalamnya terdapt proses pengikisan, perpindahan dan pengendapan material. Proses sangat melibatkan keadaan luar (eksogen) sehingga sangat berkaitan dengan kondisi iklim suatu daerah.

     Stadia juga merupakan salah satu hal yang penting dalam pembelajaran geomorfologi. Stadia dapat menjelaskan gambaran umum suatu lokasi. Dengan mengetahui stadia, dapat mengetahui sejauh apakah proses yang terjadi dan bentuk lahan apa yang pertama kali terbentuk.


Share:

Relief dan Klasifikasi Van Zuidam (1983)

     Dalam mempelajari ilmu geomorfologi, pengetahuan mengenai relief sangatlah penting karena salah satu properti dalam geomorfologi adalah relief. Relief merupakan kenampakan perbedaan ketinggian pada permukaan bumi. Dengan mengetahui relief suatu daerah, dapat mengetahui kondisi daerah tersebut dan dapat mengetahui orde berapa yang terjadi pada daerah tersebut. Pada dasarnya, relief terbagi menjadi tiga orde, yaitu:

  • Relief Orde I, melingkupi keseluruhan permukaan bumi baik pada kontinen maupun continen shelf
  • Relief Orde II, melingkupi keseluruhan kontinen dengan proses yang berlangsung merupakan proses endogen berupa tektonik dan vulkanik
  • Relief Orde III, melingkupi daerah yang mengalami erosi seperti pada valley.
     Van Zuidam (1983) mengklasifikasikan relief permukaan bumi berdasarkan morfometri dan morfografi suatu daerah dengan properti berupa persen lereng dan beda tinggi yang ada pada suatu lokasi. Berikut adalah klasifikasi Van Zuidam (1983)

Tabel 1. Klasifikasi Van Zuidam (1983)




Share:

Peta Administrasi Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal

     Kecamatan Ringinarum merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal yang terletak di bagian tengah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Secara geografis, Kecamatan Ringinarum terletak pada 110 5' 10" hingga 110 8' 0" Bujur Timur dan 6 57' 43" hingga 7 1' 49" Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Ringinarum dilingkupi Kecamatan Gemuh sehingga memiliki batas utara, timur dan selatan dengan Kecamatan Gemuh dan berbatasan dengan Kecamatan Weleri di bagian baratnya.

Gambar 1. Peta administrasi Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal

     Kecamatan Ringinarum terdiri dari 12 desa/kelurahan. Berikut adalah daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal:
  1. Desa Caruban
  2. Desa Kedunggading
  3. Desa Kedungsari
  4. Desa Mojo
  5. Desa Ngawensari
  6. Desa Ngerjo
  7. Desa Pagerdawung
  8. Desa Purworejo
  9. Desa Ringinarum
  10. Desa Rowobranten
  11. Desa Tejorejo
  12. Desa Wungurejo

Share:

Peta Administrasi Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal

     Kecamatan Rowosari merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal. Kecamatan Rowosari terletak di sebelah utara dan barat dari Kabupaten Kendal. Secara geografis, Kecamatan Rowosari terletak pada 110 1' 40" hingga 110 5' 52" Bujur Timur dan 6 53' 34" hingga 6 57' 30" Lintang Selatan. Secara administratif, Kecamatan Rowosari berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kecamatan Kangkung dan Kecamatan Gemuh di sebelah timur, Kecamatan Weleri di bagian selatan dan Kabupaten Batang di bagian barat.

Gambar 1. Peta administrasi Kecamatan Rowosari

     Kecamatan Rowosari, Kabupaten Batang terdiri dari 16 desa/kelurahan. Berikut adalah daftar desa/kelurahan di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Batang:
  1. Desa Bulak
  2. Desa Gebanganom
  3. Desa Gempolsewu
  4. Desa Jatipuro
  5. Desa Karangsari
  6. Desa Kebonsari
  7. Desa Parakan
  8. Desa Pojokan
  9. Desa Randusari
  10. Desa Rowosari
  11. Desa Sendangdawuhan
  12. Desa Sendangsikucing
  13. Desa Tambaksari
  14. Desa Tanjunganom
  15. Desa Tanjungsari
  16. Desa Wonotenggang
Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut