Pembentukan Gunungapi

     Mantel bumi akan menghasilkan arus konveksi yang akan menggerakkan kerak bumi. Pergerakan kerak bumi akan menyebabkan kerak bumi sakling mendekat dan saling menjauh. Setiap pergerakan akan menghasilkan gunung api yang berbeda-beda diantaranya:
- Pergerakan saling mendekat


  • Pergerakan saling mendekat antar lempeng benua tidak menghasilkan magmatisme tetapi akan menghasilkan pegunungan lipatan seperti yang terjadi pada Gunung Himalaya di India.
  • Pergerakan saling mendekat antar lempeng samudra menyebabkan salah satu lempeng menunjam dibandingkan lempeng lainnya. Penunjaman yang terjadi akan menghasilkan magmatisme dengan sifat magmanya basa.
  • Pergerakan saling mendekat antara lempeng benua dan samudra akan menyebabkan lempeng samudra menunjam karena berat jenisnya yang lebih berat dari lempeng benua. Pada tumbukan ini terbentuk magma baru dengan sifatnya yang intermediate hingga asam. Hal tersebut terjadi karena lempeng benua memiliki sifat asam sehingga magma dengan sifat basa terasimilasi menjadi lebih asam dari magma asalnya.

- Pergerakan saling menjauh


  • Pergerakan saling menjauh antar lempeng benua (rekahan) akan menjadikan tempat keluarnya magma. Pada rekahan ini sifat magma yang keluar dapat berupa basaltik hingga intermediate, hal ini bergantung pada pengaruh batuan sekitar pada lempeng benua. Ketika magma yang menuju permukaan terkontaminasi dengan batuan pada lempeng benua, maka magma akan bersifat intermediate sedangkan magma yang keluar tidak terpengaruh oleh batuan pada lempeng benua akan tetap bersifat basa.

  • Pergerakan saling menjauh antar lempeng samudra (rekahan) juga akan menjadi tempat keluarnya magma. Berbeda dengan rekahan pada lempeng benua, pada lempeng samudra ini memiliki magma dengan sifat yang basaltik.
     Pada setiap pergerakan lempeng akan menghasilkan magma yang nantinya dapat menjadi gunungapi.
Share:

No comments:

Post a Comment

Clinic Bimbel

Popular Posts

Blog Archive

Followers