• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Pemisahan Anomali Gravitasi

     Anomali terukur di permukaan bukanlah merupakan system terisolasi yang bebas dari berbagai gangguan tetapi merupakan resultan dari berbagai anomali dari berbagai kedalaman yang berbeda. Anomali yang tajam biasanya merupakan hasil dari sumber-sumber dangkal, sedangkan anomali landai dengan panjang gelombang besar merupakan animali dari sumber dalam yang sering disebut anomali regional.


    Dalam banyak kasus anomali berkedalaman sedang adalah target dari pengukuran. Untuk itu reduksi data anomali harus dilakukan untuk mereduksi pengaruh yang tidak diinginkan. Anomali dangkal memiliki sifat gradien horizontal yang tinggi, sedangkan anomali dalam memiliki gradien horizontal yang kecil.

     Ada beberapa metode dapat dilakukan untuk memisahkan anomali gravitasi, antara lain kontinuitas ke atas, turunan vertikal kedua, metode polinomial, metode stripping, metode visual dan metode filtering sebagai metode yang paling tepat, dengan alasan sumber anomali memiliki kedalaman tertentu yang diketahui.

>> Metode Polinomial
>> Metode Visual
>> Metodi Filtering

Share:

Peta Administrasi Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

      Kecamatan Tasikmadu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Secara geografis, Kecamatan Tasikmadu terletak diantara 110°53′59,48″ hingga 110°58′53,36″ Bujur Timur dan 7°32′39,44″ hingga 7°35′33,01″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Tasikmadu berbatasan langsung dengan Kecamatan Kebakkramat dan Mojogedang di bagian utara, Kecamatan Karanganyar di bagian timur, serta Kecamatan Jaten di bagian selatan.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

     Kecamatan Tasikmadu terdiri dari 10 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.

  1. Desa Buran
  2. Desa Gaum
  3. Desa Kalijirak
  4. Desa Kaling
  5. Desa Karangmojo
  6. Desa Ngijo
  7. Desa Pandeyan
  8. Desa Papahan
  9. Desa Suruh
  10. Desa Wonolopo
Share:

Proyeksi ke Bidang Datar dengan Grid yang Teratur

     Nilai gravitasi yang terukur, walaupun telah mengalami proses koreksi, masih berada pada ketinggian topografi. Pemodelan maju (forward modelling) mensyaratkan respon model yang terletak pada ketinggian yang sama yaitu pada bidang datar tertentu. Untuk memenuhi syarat tersebut data yang masih berada pada ketinggian topografi perlu dilakukan reduksi ke bidang datar.

     Proses reduksi ke bidang datar diusulkan oleh Dampney pada tahun 1969. Proses ini dilakukan dengan menentukan sumber massa ekuivalen berupa titik massa diskrit pada kedalaman tertentu di bawah permukaan. Sumber massa ekivalen ini didapatkan dengan memanfaatkan data anomali Bouguer lengkap yang masih berada pada ketinggian topografi. Pada proses ini didapatkan nilai medan gravitasi teoritis yang diakibatkan oleh sumber ekuivalen massa tersebut pada bidang datar tertentu yang dikehendaki. Persamaan yang digunakan pada proses ini adalah:




Share:

Koreksi Data Gravitasi 4D

     Pada dasarnya metode gravitasi 4D tidak membutuhkan koreksi sebanyak metode gravitasi biasanya. Koreksi yang harus dilakukan untuk metodi ini hanya koreksi apungan (drift) dan koreksi pasang surut (tidal). Koreksi Free-air, terrain dan Bouguer tidak diperlukan dalam metode gravitasi 4D, dengan anggapan topografi di daerah pengukuran tidak berubah. Perubahan topografi membutuhkan skala waktu gologi yang panjang, sehingga duaperiode pengukuran dalam orde bulan maupun tahun dapat diasumsikan tidak mengalami perubahan secara signifikan.


Share:

Peta Administrasi Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar

      Kecamatan Ngargoyoso merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Secara geografis, Kecamatan Ngargoyoso terletak diantara 111°3′41,32″ hingga 111°11′41,26″ Bujur Timur dan 7°33′59,65″ hingga 7°38′48,27″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Ngargoyoso berbatasan langsung dengan Kecamatan Kerjo dan Jenawi di bagian utara, Provinsi Jawa Timur di bagian timur, Kecamatan Tawangmangu di bagian selatan serta Kecamatan Karangpandan di bagian barat.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar

     Kecamatan Ngargoyoso terdiri dari 9 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

  1. Desa Berjo
  2. Desa Dukuh
  3. Desa Girimulyo
  4. Desa Jatirejo
  5. Desa Kemuning
  6. Desa Ngargoyoso
  7. Desa Nglegok
  8. Desa Puntukrejo
  9. Desa Segorogunung
Share:

Koreksi Medan (Terrain Correction)

     Koreksi medan dilakukan untuk menghilangkan efek undulasi topografi di sekitar titik pengukuran. Pada Koreksi Bouguer, slab massa Bouguer memiliki ketebalan tetap, ini berarti undulasi topografi tidak diperhitungkan. Pada koreksi medan, topografi di sekitar titik ukur di perhitungkan sehingga didapatkan nilai anomali gravitasi yang lebih baik.


     Hammer (1939) melakukan koreksi medan dengan menggunakan diagram lingkaran yang disebut Hammer Chart dan table koreksi medan. Dalam metode ini topografi yang berpusat di titik amat dibagi dalam zona-zona melingkar konsentris. Tiap zona dibagi lagi menjadi sektor-sektor, semakin jauh dari titik amat, semakin banyak jumlah sektornya. Beda ketinggian rata-rata topografi pada tiap sektor dihitung dan dikoreksi dengan membandingkan ketinggian tersebut terhadap tabel Hammer.

Share:

Anomali Bouguer

     Anomali Bouguer adalah semua gabungan anomali yang disebabkan oleh benda sumber-sumber anomali baik yang berbeda dekat dengan permukaan maupun yang jauh dari permukaan bumi. Tujuan eksplorasi geofisika pada umumnya untuk mempelajari struktur yang dekat permukaan (cekungan hidrokarbon, reservoar panas bumi, sumber daya alam, struktur geologi), sehingga perlu dilakukan upaya untuk memisahkan efek residual dari efek regional.

     Animali Bouguer merupakan selisih antara nilai gravitasi hasil pengukuran degnan nilai gravitasi teoritis yang didefinisikan pada titik pengamatan bukan pada bidang referensi elipsoid maupun muka laut rata-rata. Selisih tersebut merupakan akibat dari variasi distribusi rapat massa yang terdapat pada suatu daerah dengan daerah sekelilingnya ke arah lateral maupun ke arah vertikal.

     Anomali Bouguer dapat bernilai positif ataupun negatif. Nilai anomali positif mengindikasikan adanya kontras densitas bernilai positif pada lapisan bawah permukaan dan anomali negatif menggambarkan kontras negatif.

     Anomali Bouguer Sederhana adalah nilai gravitasi observasi yang telah dikoreksi dengan koreksi Bouguer, sedangkan anomali Bouguer Lengkap adalah Anomali Bouguer sederhana yang telah diberikan koreksi tambahan yaitu koreksi medan (Blakely, 1996).

Persamaan Anomali Bouguer Sederhana (ABS) dapat dituliskan sebagai:


Sedangkan Abomali Bouguer Lengkap (ABL) dituliskan dengan persamaan:


Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut