• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Prinsip Pengelompokkan Batuan Sedimen


     Untuk mengidentifikasi tipe dari batuan sedimen, terdapat dua poin penting yang harus di mengerti dalam pengamatan lapangan, yaitu komposisi mineral dan ukuran butir batuan sedimen. Berdasarkan asal usul dari batuan sedimen, terbagi menjadi empat golongan utama, yaitu terrigenous clastic rock, biochemical-biogenic-organic deposit, chemical precipitates dan volcanic clastics

     Litologi yang paling sering muncul keberadaannya adalah dari kategori terrigenous clastic rocks yang terdiri dari sandstone, mudrock dan limestone. Litologi lain pada kategori lalin jarang ditemukan dan hanya di temukan pada daerah-daerah tertentu, seperti volcanic clastics, chert, ironstone dan phospates.

     Pada beberapa kasus, batuan sedimen memerlukan perhatian khusus karena bentuknya yang mirip dengan batuan lain. Greywacke misalnya, terlihat seperti dolorite dan basalt terutama dalam ukuran hand specimens jauh dari singkapan. Terdapat beberapa poin penting untuk mengidentifikasi apakah itu termasuk batuan sedimen atau bukan, diantaranya:

  • Keadaan stratigrafinya, dibandingkan dengan lapisan terdekatnya
  • Mineral penciri sedimen
  • Struktur sedimen pada permukaan lapisan dan dalam lapisan tersebut
  • Keterdapatan fosil
  • Butiran yang terdapat pada litologi
Share:

Dampak Lingkungan Gunungapi

Gambar 1. Dampak positif (kiri) dan negatif (kanan) lingkungan gunungapi

       Gunungapi terutama proses vulkanisme akan menghasilkan beberapa dampak, selain dengan adanya morfologi gunungapi juga akan memberikan beberapa dampak pada lingkungan. Dampak yang terjadi akibat proses vulkanisme ini bermacam-macam dan dapat digolongkan menjadi dua tipe berdasarkan lingkungannya, yaitu dampak positif dan negatif.
      Berikut dampak positif dari proses vulkanisme:
  • Panas bumi (geothermal) dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik
  • Daerah recharge sebagai pengisi dari adanya airtanah untuk keperluan air bersih
  • Daerah pertanian sebagai daerah yang subur dan dapat digunakan untuk bercocok tanam

       Berikut dampak negatif dari proses vulkanisme:
  • Aliran lava merupakan aliran batu cair yang pijar dengan suhu yang sangat tinggi dan dapat menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya. Suhu dari lava ini dapat mencapai (1200°C).
  • Bom gunungapi merupakan wujudan dari batuan panas berukuran 10 cm hingga 2 m. batuan tersebut terlontar dari pusat erupsi dan dapat menimbulkan kebakaran hutan karena panasnya batuan tersebut.
  • Pasir lapilli, dalam proses vulkanisme, pasir lapilli ini dapat terlempar sangat jauh dan ukurannya yang agak besar hingga 2cm dapat melukai seseorang bahkan merusak perumahan.
  • Awan pijar adalah suspense material halus dengan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu membakar segala sesuatu yang di lewatinya. Awan pijar ini jangkauannya sangat luas karena beratnya yang ringan menyebabkan awan pijar mudah dibawa oleh angina.
  • Abu gunungapi dapat mengganggu pernafasan sehingga akan memberikan efek sesak nafas. Jangkauan abu gunungapi juga sangat jauh karena materialnya ringan dan mudah terbawa oleh angin.
  • Gas beracun banyak dikeluarkan oleh gunungapi yang dapat meracuni makhluk hidup terutama manusia.

Share:

Morfologi Hasil Proses Erupsi

Selain morfologi timbulan dan depresi vulkanik, bentuk lahan vulkanik juga memiliki morfologi hasil erupsi diantaranya:

1. Morfologi hasil erupsi sentral

  • magma encer akan menghaslkan hornitos dan exogeneous dome
  • magma intermediate akan menghasilkan cinder, ne, pyroclastic ring fall dan indogenouse dome
  • magma kental akan menghasilkan maar, crater dan caldera

2. Morfologi hasil erupsi celah

  • magma encer akan menghasilkan lava flow dan lava plateu
  • magma intermediet akan menghasilkan tanggul lava dan strato volcanic ridge
  • magma kental akan membentuk endogenouse ridge



Share:

Depresi Vulkanik (Morfologi Negatif)

     Depresi vulkanik adalah morfologi vulkanik yang pada umumnya berbentuk cekungan disebabkan oleh proses vulkanisme. Berdasarkan material pengisinya, depresi vulkanik dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya:
1.  Danau Vulkanik, yaitu depresi vulkanik yang tersisi oleh air sehingga membentuk danau.
Gambar 1. Danau Kelimutu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

2.  Kawah, yaitu depresi vulkanik yang terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1,5 km dan tidak terisi oleh apapun selain material hasil letusan.

Gambar 2. Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia


3.  Kaldera, yaitu depresi vulkanik yang terbentuknya belum tentu oleh letusan, tetapi didahului oleh amblesan pada komplek vulkanik. Menurut H. William (1947) berdasarkan proses terbentuknya, kaldera terbagi menjadi 3 jenis, yaiut:
Gambar 3. Kaldera Alaska
  • Kaldera letusan, yaitu kaldera yang terbentuk akibat letusan gunungapi dengan kekuatan yang sangat kuat sehingga mampu menghancurkan bagian puncak kerucut.
  • Kaldera runtuhan, yaitu kaldera yang disebabkan karena adanya kekosongan dapur magma dan tidak dapat menobang material yang telah keluar sebelumnya sehingga mengalami amblesan.
  • Kaldera erosi, yaitu kaldera yang disebabkan adanya pengaruh erosi bagian puncak gunungapi.


Share:

Bentuk Lahan Timbulan

Bentuk lahan timbulan atau dikenal juga sebagai kubah vulkanik merupakan morfologi yang disebabkan oleh kegiatan vulkanisme sehingga menghasilkan kenampakan timbulan atau cembung keatas. Bentuk lahan timbulan ini terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:
1.      Kerucut semburan
Kerucut semburan berdasarkan jenis lava yang keluar dan tempat terjadinya terbagi menjadi tiga golongan utama, yaitu
  •           Kerucut semburan utama, yaitu morfologi kerucut semburan yang terbentuk oleh erupsi gunungapi dengan lava bersifat kental
  •          Kerucut parasit (Parasitic Cone), yaitu morfologi yang terbentuk dari hasil erupsi gunungapi berada pada lereng gunungapi yang lebih besar
  •           Kerucut sinder (Cinder Cone), Merupakan morfologi yang terbentuk oleh erupsi kecil pada kaki gunungapi, berupa kerucut rendah dengan bagian puncak tampak cekung datar.


2.      Kubah lava
Merupakan morfologi yang berbentuk kubah membulat yang terbentuk oleh magma sangat kental.

3.      Gunungapi tameng/prisai
Merupakan morfologi yang terbentuk oleh aliran magma cair. Magma yang cair tersebut menyebabkan pergerakan yang cenderung menjauh dari lubang kepundan ke segala arah. Hal tersebut menjadikan gunungapi menjadi daerah yang luas dengan ketinggian tidak terlalu tinggi.

4.      Dataran vulkanik
Dataran vulkanik dicirikan dengan morfologi yang relatif datar dengan tidak adanya perbedaan tinggi yang mencolok.

5.      Vulkan semu
Merupakan morfologi yang memiliki kemiripan dengan gunungapi, morfologi ini terbentuk karena adanya pengaruh proses efek vulkanisme yang terjadi. Salah satu contoh vulkan semu adalah lajuran vulkanik (Vulcanic neck)



Share:

Macam-macam Bentuk Lahan Vulkanik


   Bentuk lahan vulkanik dibedakan menjadi beberapa macam dengan dasar klasifikasi kenampakan visual morfologi (Srijono, 1984 dalam Widagdo, 1984). Klasifikasi tersebut terbagi menjadi dua golongan utama yaitu bentuk timbulan dan depresi vulkanik.

    Bentuk timbulan merupakan morfologi gunungapi yang mempunyai cembungan ke atas. Bentuk lahan timbulan ini terdiri dari lima jenis, yaitu kerucut semburan, kubah lava, gunungapi tameng, dataran vulkanik dan vulkan semu (Click Here For More)

   Depresi vulkanik merupakan morfologi gunungapi yang mempunyai kecenderungan cekungan. Morfologinya terdiri dari danau vulkanik, kawah dan kaldera. (Click Here For More)

     Selain kedua morfologi tersebut, terdapat morfologi yang berasal dari hasil proses erupsi (Click Here For More)



Share:

Peta Administrasi Kecamatan Gemuh

      Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal terletak pada 6° 55' 56.9514"-7° 03' 52.3677" LS Lintang Selatan dan 110° 04' 58.1613"-110° 09' 07.8322" Bujur Timur  dan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal dan berada di bagian tengah Kabupaten Kendal. Kecamatan Gemuh memiliki batas utara Kecamatan Kangkung dan Kecamtan Cepiring, batas selatan Kecamatan Patean, batas barat Kecamatan Ringinarum dan batas timur Kecamatan Pegandon.


Kecamatan Gemuh terbagi menjadi  desa, yaitu

  1. Desa Cepokomulyo
  2. Desa Galih
  3. Desa Gebang
  4. Desa Gemuhblanten
  5. Desa Jenarsari
  6. Desa Johorejo
  7. Desa Krompaan
  8. Desa Lamunsari
  9. Desa Pamamiyan
  10. Desa Poncorejo
  11. Desa Pucangrejo
  12. Desa Sedayu
  13. Desa Sojomerto
  14. Desa Tamangede
  15. Desa Tlahab
  16. Desa Triharjo


Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut