• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Struktur Sesar (Fault)

     Beberapa ahli geologi telah mendefinisikan menurut masing-masing orang. Billing (1959) mendefinisikan sesar sebagai bidang rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran relatif (displacement) suatu blok batuan lainnya dengan jarak beberapa milimeter hingga kilometer. Ragan (1973) mendefinisikan sesar sebagai suatu bidang rekahan yang telah mengalami pergeseran. Tjia (1977) mendefinisikan sesar sebagai rekahan yang mengalami pergeseran yang jelas. Park (1983) mendefinisikan sesar sebagai bidang pecah (fracture) yang memotong suatu tubuh batuan dengan disertai adanya pergeseran yang sejajar dengan bidang pecahnya. Dari berbagai macam pendapat para ahli, disimpulkan bahwa Sesar adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan adanya pergeseran. Pergeseran sesar dapat berukuran beberapa milimeter hingga kilometer.
Gambar 1. Ilustrasi Sesar

     Sesar merupakan struktur bidang dimana kedudukannya dinyatakan dengan jurus dan kemiringan. Sesar sendiri dapat terjadi pada semua batuan yang memiliki sifat kurang elastis. Umumnya struktur sesar didampingi dengan struktur lain seperti rekahan dan lipatan. Sesar dapat dicirikan dengan beberapa hal, diantaranya adalah
  • Gawir sesar atau bidang sesar
  • Breksiasi, Gouge, Milonit
  • Deretan mata air
  • Sumber air panas
  • Penyimpangan/pergeseran kedudukan lapisan
  • Gejala-gejala struktur minor seperti: cermin sesar, gores garis dsb.
--> Geometri dan Istilah dalam Sesar
--> Ciri-ciri sesar
--> Klasifikasi Sesar
--> Mekanisme dan Analisis Sesar
--> Jenis dan Pembentukan Sesar

Daftar Pustaka
Davis, G., H. 1987. Structural Geology of Rocks And Region. New York: John Willey and Sons.
Fossen, Haakon. 2010. Structural Geology. Cambridge University Press: United State of America
Haryanto, Iyan. 2003. Geologi Struktur. Jatinangor: UNPAD
Pluijm, Ben A. van der dan Marshak, Stephen. 2004. Earth Structure An Introduction Structural Geology and Tectonics (Second Edition). W. W. Norton & Company: London.


<-- Kembali ke materi sebelumnya

Share:

Gaya (Force)

     Gaya merupakan suatu vektor yang dapat merubah letak dan memberikan arah pada suatu benda. Gaya dapat bekerja secara seimbang terhadap suatu benda, seperti gaya grafitasi dan elektromagnetik. Gaya juga dapat bekerja pada bagian tertentu terhadap suatu bidang seperti gaya yang terjadi pada sesar di permukaan bumi.
Gambar 1. Arah Tegasan

     Gaya gravitasi merupakan gaya utama yang bekerja terhadap semua objek/materi di bumi dan tegak lurus terhadap permukaan bumi. Gaya tektonik merupakan gaya yang bekerja pada suatu ojek di bumi yang memiliki arah tertentu sesuai dengan pergerakan tektonik. Berdasarkan arah geraknya, gaya tektonik atau juga disebut tegasan terbagi menjadi 3, yaitu:

  • Tegasan tensional adalah tegasan yang dapat mengakibatkan batuan mengalami peregangan.
  • Tegasan kompresional adalah tegasan yang dapat mengakibatkan batuan mengalami penekanan.
  • Tegasan geser adalah tegasan yang dapat berakibat pada tergesernya dan berpindahnya batuan.
Daftar Pustaka

Tim Asisten Geologi Dasar 2012. 2012. Buku Panduan Praktikum Geologi Dasar 2012. UNDIP: Semarang
Fossen, Haakon. 2010. Structural Geology. Cambridge University Press: United State of America
Pluijm, Ben A. van der dan Marshak, Stephen. 2004. Earth Structure An Introduction Structural Geology and Tectonics (Second Edition). W. W. Norton & Company: London.


--> Jasa Pemetaan Geologi
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali

     Kecamatan Kemusu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali. Secara geografis, Kecamatan Kemusu terletak diantara 110 41' 2" hingga 110 50' 0" Bujur Timur dan 7 13' 0" hingga 7 20' 45" Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Kemusu berbatasan langsung dengan Kecamatan Juwangi dan Kabupaten Grobogan di bagian utara, Kabupaten Sragen di bagian timur,  Kecamatan Andong dan Klego di bagian selatan dan Kecamatan Wonosegoro di bagian barat.
Gambar 1. Peta Administrasi Kecamatan Kemusu

     Kecamatan Kemusu terdiri dari 13 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.
  1. Desa Bawu
  2. Desa Genengsari
  3. Desa Guwo
  4. Desa Kauman
  5. Desa Kedungmulyo
  6. Desa Kedungrejo
  7. Desa Kemusu
  8. Desa Kendel
  9. Desa Klewor
  10. Des Lemahireng
  11. Desa Sarimulyo
  12. Desa Watugede
  13. Desa Wonoharjo
--> Jasa Pembuatan Peta
Share:

Struktur Lipatan

     Struktur lipatan merupakan salah satu struktur geologi yang menunjukkan adanya deformasi. Lipatan juga merupakan manifestasi dari deformasi ductile karena lipatan dapat hadir tanpa adanya rekahan dimana rekahan hadir pada deformasi yang bersifat britle.
Gambar 1. Lipatan

     Lipatan terbentuk setelah adanya deformasi baik berbentuk stress maupun strain dengan keadaan ductile menghasilkan bentuk lengkungan yang memeiliki beberapa bagian diantaranya adalah:
  • Hinge merupakan pelengkungan maksimum pada suatu lipatan
  • Crest merupakan bagian paling tinggi dari suatu lipatan
  • Trough merupakan bagian paling rendah dari suatu lipatan
  • Hinge line atau axial line merupakan garis yang menghubungkan beberapa hinge lapisan
  • Hinge plane atau axial plane merupakan bidang yang menghubungkan semua hinge
  • Crest line merupakan garis yang melewati semua crest
  • Trough merupakan garis yang melewati semua trough
  • Core merupakan pusat pelengkungan pada suatu lipatan
  • Infelction merupakan garis tengah suatu lipatan
Daftar Pustaka
Tim Asisten Geologi Dasar 2012. 2012. Buku Panduan Praktikum Geologi Dasar 2012. UNDIP: Semarang
Fossen, Haakon. 2010. Structural Geology. Cambridge University Press: United State of America
Pluijm, Ben A. van der dan Marshak, Stephen. 2004. Earth Structure An Introduction Structural Geology and Tectonics (Second Edition). W. W. Norton & Company: London.

--> Klasifikasi Lipatan


Share:

Daerah Rawan Bencana

     Daerah Rawan Bencana merupakan suatu wilayah atau kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana. Suatu kawasan atau wilayah, dinyatakan rawan bencana apabila memiliki kondisi dan karakter geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi yang kurang mempunyai kemampuan untuk meredam, mencegah, dan mencapai kesiapan dalam menanggapi dampak buruk dari bahaya bencana.
Gambar 1. Contoh Peta Rawan Bencana

     Mitigasi bencana merupakan kegiatan pengidentifikasian terhadap sumber bencana, penggolongan kawasan-kawasan yang berpeluang terkena bencana berdasarkan jenis dan tingkat besar/kecilnya ancaman bencana serta dampak bencana yan gditimbulkan dan penginformasian kerentanan wilayah terhadap masing-masing jenis ancaman bahaya.

     Peta Rawan Bencana merupakan suatu gambaran dua dimensi hasil dari mitigasi bencana yang menggambarkan tingkat bahaya atau kerentanan suatu wilayah terhadap suatu bencana. Peta Rawan Bencana merupakan peta tematik yang dihasilkan dari mitigasi bencana.

Daftar Pustaka
Wikipedia.com
BPBD Provinsi Jawa Tengah

Share:

Peta Administrasi Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali

     Kecamatan Nogosari merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali. Secara geografis, Kecamatan Nogosari terletak diantara 110 42' 25" hingga 110 48' 22" Bujur Timur dan 7 13' 7" hingga 7 20' 41" Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Nogosari berbatasan langsung dengan Kecamatan Andong di bagian utara, Kabupaten Sragen di bagian timur,  Kecamatan Ngemplak di bagian selatan dan Kecamatan Sambi dan Simo di bagian barat.
Gambar 1. Peta Administrasi Kecamatan Nogosari

     Kecamatan Nogosari terdiri dari 13 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
  1. Desa Bendo
  2. Desa Glonggong
  3. Desa Guli
  4. Desa Jeron
  5. Desa Kenteng
  6. Desa Ketitang
  7. Desa Keyongan
  8. Desa Pojok
  9. Desa Potronayan
  10. Desa Pulutan
  11. Desa Rembun
  12. Desa Sembungan
  13. Desa Tegalgiri
--> Jasa Pembuatan Peta
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali

     Kecamatan Wonosegoro merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali. Secara geografis, Kecamatan Wonosegoro terletak diantara 110 35' 58" hingga 110 42' 28" Bujur Timur dan 7 13' 7" hingga 7 20' 41" Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Wonosegoro berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan di bagian utara, Kecamatan Juwangi dan Kemusu di bagian timur,  Kecamatan Klego dan Karanggede di bagian selatan dan Kabupaten Semarang di bagian barat.
Gambar 1. Peta Administrasi Kecamatan Wonosegoro

     Kecamatan Wonosegoro terdiri dari 18 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
  1. Desa Bandung
  2. Desa Banyusri
  3. Desa Bangle
  4. Desa Bercak
  5. Desa Bojong
  6. Deas Bolo
  7. Desa Garangan
  8. Desa Gilirejo
  9. Desa Gosono
  10. Desa Gunungsari
  11. Desa Jatilawang
  12. Desa Kalinanas
  13. Desa Karangjati
  14. Desa Kegungpilang
  15. Desa Ketoyan
  16. Desa Ngablak
  17. Desa Repaking
  18. Desa Wonosegoro
--> Jasa Pembuatan Peta

Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut