• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Peta Administrasi Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar

      Kecamatan Jatipuro merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Secara geografis, Kecamatan Jatipuro terletak diantara 110°57′39.81″ hingga 111°3′51.13″ Bujur Timur dan 7°43′1.75″ hingga 7°46′59.95″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Jatipuro berbatasan langsung dengan Kecamatan Jumapolo di bagian utara, Kecamatan Jatiyoso di bagian timur serta Kabupaten Wonogiri di bagian selatan.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar

     Kecamatan Jatipuro terdiri dari 9 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.

  1. Desa Jatiharjo
  2. Desa Jatikuwung
  3. Desa Jatimulyo
  4. Desa Jatipuro
  5. Desa Jatiroyo
  6. Desa Jatisobo
  7. Desa Jatisuko
  8. Desa Jatiwarno
  9. Desa Ngepungsari
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

      Kecamatan Jaten merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Secara geografis, Kecamatan Jaten terletak diantara 110°51′40.08″ hingga 110°56′0.38″ Bujur Timur dan 7°31′14.68″ hingga 7°36′52.05″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Jaten berbatasan langsung dengan Kecamatan Gondangrejo dan Kebakkramat di bagian utara, Kecamatan Tasikmadu dan Karanganyar di bagian timur, Kabupaten Sukoharjo di bagian selatan serta Kota Surakarta di bagian barat.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

     Kecamatan Jaten terdiri dari 8 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

  1. Desa Brujul
  2. Desa Dagen
  3. Desa Jaten
  4. Desa Jati
  5. Desa Jetis
  6. Desa Ngringo
  7. Desa Sroyo
  8. Desa Suruhkalang
Share:

Metode Geofisika Aktif dan Pasif

     Dalam ilmu geofisika, sifat fisik bumi adalah parameter yang sangat berperan penting untuk mempelajari struktur bumi dan sifat fisiknya. Instrumentasi geofisika adalah syarat mutlak untuk mempelajari bumi melalui metode geofisika. Pada hakikatnya, metode geofisika terbagi menjadi dua, yaitu metode geofisika aktif dan metode geofisika pasif.

     Metode geofisika aktif, bekerja dengan cara menginjeksikan sinyal atau medan fisis ke bumi dan menerima respon dari sinyal atau medan yang telah terpengaruh oleh struktur di bawah permukaan. Metode geofisika pasif, hanya menerima sinyal atau alami dari bumi tanpa menginjeksikannya.

     Metode geofisika yang telah banyak berkembang untuk memahami struktur bumi dan eksplorasi mineral antara lain adlaah metode gravitasi, metode magnetik, metode seismik, metode geolistrik, dan metode electromagnet. Secara umum metode gravitasi dan magnetik adalah termasuk ke dalam metode geofisika pasif, sedangkan metode seismik, geolistrik dan electromagnet adalah metode geofisika aktif.

Share:

Peta Administrasi Kecamatan Gondangrejo, Kabuapten Karanganyar

      Kecamatan Gondangrejo merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Secara geografis, Kecamatan Gondangrejo terletak diantara 110°48′17.99″ hingga 110°53′56.43″ Bujur Timur dan 7°27′23.49″ hingga 7°32′53.31″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Gondangrejo berbatasan langsung dengan Kabupaten Sragen di bagian utara, Kecamatan Kebakkramat dan Jaten di bagian timur, Kota Surakarta di bagian selatan serta Kabupaten Boyolali di bagian barat.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

     Kecamatan Gondangrejo terdiri dari 13 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

  1. Desa Bulurejo
  2. Desa Dayu
  3. Desa Jatikuwung
  4. Desa Jeruksawit
  5. Desa Karangturi
  6. Desa kragan
  7. Desa Krendowahono
  8. Desa Plesungan
  9. Desa Rejosari
  10. Desa Selokaton
  11. Desa Tuban
  12. Desa Wonorejo
  13. Desa Wonosari
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar

      Kecamatan Colomadu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Secara geografis, Kecamatan Colomadu terletak diantara 110°42′29.57″ hingga 110°48′4.24″ Bujur Timur dan 7°31′24.38″ hingga 7°33′0.31″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Colomadu berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali di bagian utara, Kota Surakarta di bagian timur serta Kabupaten Sukoharjo di bagian selatan.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar

     Kecamatan Colomadu terdiri dari 15 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

  1. Desa Baturan
  2. Desa Blulukan
  3. Desa Bolon
  4. Desa Gajahan
  5. Desa Gawanan
  6. Desa Gedongan
  7. Desa Klodran
  8. Desa Malangjiwan
  9. Desa Ngasem
  10. Desa Paulan
  11. Desa Tohuan
Share:

Perkembangan Ilmu Geofisika

     Perkembangan ilmu kebumian menjadi maju dengan sangat pesat pada akhir abad ke-20. Perkembangan teknologi informasi juga telah memberi sumbangan sanat besar pada kemajuan ilmu geofisika pada khususnya dan ilmu geologi pada umumnya.


     Ilmu geofisika sangat berperan penting dalam kemajuan pemahaman manusia tentang kebumian atau ilmu geologi.  Jika ahli geologi menggunakan kenampakan fisik di permukaan bumi sebagai dasar untuk mempelajari struktur bumi di dalamnya maka ahli geofisika menggunakan instrumen fisika untuk memahami struktur bawah permukaan bumi.

     Salah satu contoh kemajuan pesaat ilmu geologi adalah munculnya teori lempeng tektonik. Alfred Wegner menggunakan instrumen seismik (sonar) untuk memetakan kedalaman laut di berbagai belahan dunia. Hasil pemetaan dengan metodi seismik ini telah membawa Alfred Wegner pada kesimpulan sementara bahwa lapisan teratas bumi terdiri dari kepingan-kepingan lempeng yang selalu bergerak dengan arah dan kecepatan tertentu yang berbeda-beda.

     Kecurigaan ini didasarkan pada adanya mid oceanic ridge yang ditemukan oleh Alfred Wagner dihibingkan dengan bentuk tepian-tepian benua yang tampak cocok dan mudah untuk disatukan. Pada tahap selanjutnya ternyata metode geofisika yang lain juga sangat mendukung apa yang telah dipikirkan oleh Alfred Wagner tentang lempeng tektonik, salah satu faktanya adalah magnetic pole wandering.

     Stasiun seismik di seluruh dunia telah membantu memberikan iformasi struktur bumi yang menguatkan teori Alfred Wagner tentang lempeng tektonik tentang adanya bagian teratas lapisan bumi yang kaku serta ringan.

     Perkembangan teknologi elektronika dan informatika telah membawa kemajuan yang besar pada upaya mitigasi bencana. Pada tahun 1960 ketika teknologi komputer belum banyak digunakan para ahli geologi dan geofisika harus menentukan secara manual posisi pusat gempa (epicenter). Hasil analisis bacaan sismogram di seluruh dunia digunakan sebagai dasar untuk menentukan posisi pusat gempa dengan tepat. Hasil dari analisis program menentukan episenter suatu gempa baru dapat diumumkan beberapa minggu setelah terjadinya gempa.

     Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjadikan seismograf yang ada di seluruh dunia dapat diakses secara Real Time, dengan demikian, analisis dapaat segera dilakukan sesaat setelah terjadinya gempa dan dalam hitungan menit, episenter gempa sudah dapat ditemukan. Bahkan seorang yang tidak paham geologi maupun geofisika pun dapat memanfaatkan aplikasi pada Ponsel pintar untuk mengetahui pusat gempa. Dengan teknologi informasi pula upaya mitigasi untuk meminimalkan resiko akibat bencana dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

    
Share:

Peta Administrasi Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara

      Kecamatan Welahan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara. Secara geografis, Kecamatan Welahan terletak diantara 110°39′52.82″ hingga 110°44′34.74″ Bujur Timur dan 6°44′7.94″ hingga 6°47′42.18″ Lintang Selatan. Secara administrasi, Kecamatan Welahan berbatasan langsung dengan Kecamatan Pecangan dan Kalinyamatan di bagian utara, Kecamatan Mayong dan Nalumsari di bagian timur, Kabupaten Demak di bagian selatan.

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara

     Kecamatan Welahan terdiri dari 15 desa/kelurahan. Berikut merupakan daftar desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

  1. Desa Brantaksekarjati
  2. Desa Bugo
  3. Desa Gedangan
  4. Desa Gidangelo
  5. Desa Guwosobokerto
  6. Desa Kalipucang Kulon
  7. Desa Kalipucang Wetan
  8. Desa Karanganyar
  9. Desa Kedungsarimulyo
  10. Desa Kendengsidialit
  11. Desa Ketilengsingolelo
  12. Desa Sidigede
  13. Desa Telukwetan
  14. Desa Ujungpandan
  15. Desa Welahan
Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut