• Jasa Pengukuran Geolistrik

    Kami menyediakan jasa pengukuran Geolistrik untuk berbagai macam bidang oleh tenaga ahli handal yang telah berpengalaman.

  • Jasa Pemboran / Pengeboran

    Kami menyediakan jasa pemboran untuk berbagai macam keperluan baik untuk pemboran sumur dalam maupun geoteknik.

  • Jasa Pembuatan Peta

    Kami menyediakan jasa pembuatan berbagai macam peta seluruh Indonesia. Hasil dapat berupa raster maupun vector sesuai dengan pesanan.

  • Jasa Pemetaan Geologi

    Kami menyediakan jasa untuk melalkukan pemetaan geologi, baik untuk keperluan tambang, geoteknik maupun keperluan penelitian.

Zonasi Gunungapi

Berdasarkan komposisi litologi dan jarak dari kepundan utama, pada gunungapi, terdapat tiga zona yang terdiri dari (Bogie dan Mackenzie, 1998):

1. Zona Pusat Erupsi
Zona ini berada di sekitar pusat erupsi dari gunungapi, komposisi litologi sangat dipengaruhi kekuatan letusan gunungapi
Banyak radial dike/sill
Adanya simbat kawah (plug) dan crumble breccia
Adanya zona hydrothermal
Endapan piroklastik kasar (lapilli – bom)
Bentuk morfologi kubah dengan pusat erupsi
2. Zona Proksimal
Zona ini berada sedikit keluar dari pusat erupsi, komposisi litologi di pengaruhi oleh kekuatan erupsi dan faktor lain seperti kecepatan angina dan grafitasi akan tetapi didominasi oleh grafitasi.
Material piroklastik agak terorientasi (membentuk paleomorfologi/sesuai arah aliran)
Pada material piroklastik terjadi pelapukan yang dicirikan adanya soil yang tipis
Sering dijumpai parasitic cone
Banyak dijumpai ignimbrite dan welded tuff
3. Zona Medial
Zona ini merupakan zona yang cukup jauh dari pusat erupsi. Komposisi litologi pada daerah ini bergantung pada kekuatan erupsi dan media penghantarnya seperti air dan angin dan didominasi oleh kecepatan angin.
Banyak ditemukan lahar dan tuff
Banyak dijumpai llahar.
Morfologi cenderung datar
4. Zona Distal
Zona ini merupakan zona paling jauh dari pusat erupsi gunungapi. Komposisi litologi pada zona ini dipengaruhi oleh media pembawa material erupsi yaitu air dan angin dengan dominasi air yang mengerosi zona sebelumnya dan mengendapkan material hasil erosi tersebut.
Material piroklastik berukuran halus
Banyak dijumpai lahar

Share:

Klasifikasi Gunungapi

Berdasarkan tempat keluarnya magma, gunungapi terbagi menjadi empat jenis, yaitu:
1.      Termal eruption yaitu lubang kepundan merupakan saluran utama peletusan
2.      Subtermal effusion yaitu gunungapi yang membentuk sill yang menerobos ke permukaan
3.      Lateral eruption yaitu gunungapi dengan korok yang melingkar (ring dike) dapat berfungsi sebagai saluran magma ke permukaan
4.      Excentric eruption terjadi di bagian kaki gunungapi, dengan sistem magma tersendiri yang ada kaitannya dengan kepundan utama

Gambar 1. Klasifikasi gunungapi berdasarkan letak sumber erupsi


Berdasarkan viskositas, tekanan gas dan kedalaman magma, Escher (1952) mengklasifikasikan menjadi tujuh tipe yang terdiri dari:
1.      Tipe Hawaii
Tipe hawai ini dicirikan dengan lavanya yang cenderung cair dan tipis dengan hasil membentuk gunungapi prisai. Tipe ini banyak ditemukan di Hawaii seperti di Kailauea dan Maunaloa.

2.      Tipe Stromboli
Tipe Stromboli ini memiliki sifat magma yang sangat cair dengan kandungan gas yang rendah. Pada peletusan di jumpai ledakan-ledakan kecil pada permukaan. Material yang dijumpai adalah material berukuran abu, bom dan lapilli.

3.      Tipe Vulkano
Tipe Vulkano ini memiliki sifat magma yang tidak terlalu cair dengan tekanan gas yang sedang.

4.      Tipe Merapi
Tipe merapi ini memiliki dapur magma yang relatif dangkal dan tekanan gas agak rendah dengan sifat magma cair-kental. Karena sifatnya tersebut apabila magma melalui lubang kepundan dengan kecepatan lebih rendah dari proses pembekuan magama akan berakibat mengalami sumbatan lava yang dapat memperbesar kekuatan letusan karena tersumbatnya kepundan.

5.      Tipe ST. Voncent
Tipe ST. Voncent ini memiliki ciri magma yang kental dengan tekanan gas yang menengah. Sifat magma tersebut mengakibatkan terjadinya letusan yang mampu menghilangkan bagian puncak gunungapi dan menjadikan kawah gunungapi.

6.      Tipe Pelee
Tipe pelee ini memiliki ciri magma yang sama dengan merapi tetapi memiliki tekanan gas yang lebih besar sehingga memungkinkan untuk kerusakan yang lebih luas daripada tipe merapi.

7.      Tipe Perret
Tipe Perret ini dicirikan dengan tekanan gas yang sangat kuat dengan magma yang cair. Pada tipe ini kerusakan yang terjadi sangat besar hingga mampu merusak gunungapi tersebut. Contoh gunung tipe ini adalah gunung krakatau yang tadinya menjulang melewati laut hingga hancur dan menjadi lautan.

Gambar 2. Klasifikasi gunungapi berdasarkan kekentalan magma, tekanan gas dan jarak dapur magma



Share:

Graphic Log

Graphic log merupakan salah satu metode penggambaran perlapisan sedimen yang sangat baik untuk digunakan. Graphic log ini menggambarkan kondisi perlapisan yang tertuang dalam bentuk log dengan penggambaran yang detail dan memuat semua konten di lapangan seperti ketebalan, litologi, struktur sedimen bahkan kopisisi fosil yang ada di singkapan. Menggunakan graphic log dapat menguntungkan ketika hendak melakukan korelasi pada data lapangan yang didapatkan pada setiap lokasi pengamatan.

Graphic log memiliki beberapa komponen yang menjadikannya menarik untuk dibaca. Dari komponen-komponen tersebut terdapat komponen penting yang harus dicatatkan pada graphic log tersebut diantaranya:
1.      Ketebalan lapisan dan arah perlamparan (strike/dip)
Ketebalan lapisan dapat diukur menggunakan alat ukur seperti penggari atau meteran. Ketebalan dapat digunakan sebagai penentu awal lama pengendapan terjadi serta pada korelasinya dapat digunakan untuk mengetahui geometri dari pengendapan lapisan sedimen tersebut.  Pengukuran strike/dip dilakukan untuk mengetahui arah perlamparan dari perlapisan yang didaptkan setelah melakukan korelasi pada setiap pengamatan. Arah tersebut akan menggambarkan paleocurrent hingga menjelaskan struktur yang melewati daerah penelitian.
2.      Litologi
Litologi merupakan komponen yang tidak dapat dihilangkan, karena dengan adanya litologi ini akan menjelaskan pengendapan yang terjadi pada daerah tersebut sehingga akan mengetahu sejarah geologi yang pernah terjadi pada daerah yang diteliti
3.      Ukuran butir
Ukuran butir yang diacantumkan akan membantu memperkirakan kecepatan arus yang terjadi ketika pengendapan dan dapat mengetahui paleo topography daerah penelitian.
4.      Struktur sedimen
Struktur sedimen akan menjelaskan paleo current yang terjadi dari mulai arah dan jenis arus yang melalui daerah tersebut.
5.      Komposisi fosil
Komposisi fosil dapat membantu dalam penentuan umur batuan sehingga dapat mengetahui urutan stratigrafi dan hubungannya dengan singkapan lain yang mungkin di temukan juga di sekitar daerah penelitian.

Dari semua komponen tersebut yang wajib dicantumkan ketika membuat graphic log, akan sangat membantu dalam hal korelasi satuan litologi pada daerah penelitian di mana akan menjawab bagaimana sejarah geologinya beserta arus pengendapannya dan mengetahui umur dari batuan tersebut tanpa melakukan penulisan yang mendetail dan hanya memerlukan keterangan-keterangan singkat yang mungkin diperlukan.

Graphic log dituliskan dalam bentuk penggambaran pada setiap komponen dengan simbol-simbol tertentu. Berikut salah satu contoh penulisan symbol pada graphic log


*Sumber:
Maurice E. Tucker : Sedimentary Rock in the Field (Third Edition), Departemen of Geological Sciences University of Dunham, UK. 2003
Share:

Proses Vulkanisme

   Proses Vulkanisme merupakan suatu kegiatan gunungapi saat mengeluarkan magma. Proses vulkanisme ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:
1.      Vulkanisme Letusan
Terbentuk adanya proses vulkanisme dengan sifat magma asam sehingga menimbulkan letusan
Gambar 1. Ilustrasi vulkanisme letusan

2.      Vulkanisme Lelehan
Terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada magma dengan sifat basa.
Gambar 2. Ilustrasi vulkanisme lelehan

3.      Vulkanisme Campuran

Terjadi pada magma intermediate sehingga sebagian meletus dan sebagian lainnya meleleh di sekitar kepundan.
Gambar 3. Ilustrasi vulkanisme campuran


Share:

Bentuk Lahan Vulkanik

Gambar 1. Ilustrasi zona subduksi

Bentuk lahan vulkanik merupakan bentuk lahan yang terbentuk karena adanya proses vulkanisme. Pada umumnya dijumpai di daerah zona subduksi.

  1. Proses Vulkanisme
  2. Klasifikasi Gunungapi
  3. Zonasi Gunungapi
  4. Macam-macam Bentuk Lahan Gunungapi
  5. Dampak Lingkungan Gunungapi
Share:

GPS


Pengertian GPS
Geographic Positioning System atau kita kenal sebagai GPS merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan penyelarasan sinyal satelit.

Cara Kerja GPS
GPS memiliki sistem kerja penyelarasan terhadap sinyal satelit, oleh sebab itu satelit merupakan komponen yang paling penting ketika kita menggunakan GPS. Dalam penyelarasan terhadap sinyal satelit, GPS mengirimkan sinyal menuju satelit mengenai keberadaannya yang kemudian ditangkap oleh satelite dan di lanjutkan kembali ke GPS dalam bentuk posisi sesuai dengan koordinat system yang digunakan.

Kegunaan GPS
Terdapat dua kegunaan utama dalam penggunaan GPS, yaitu untuk mengetahui posisi dan perjalanan yang dilalui (tracking). Posisi yang ada di GPS akan menunjukkan titik dimana alat GPS tersebut berada. Perjalanan yang dilalui juga dapat direkam dengan menggunakan alat GPS yang nantinya akan memperlihatkan perjalanan yang telah dilalui, daerah mana saja yang dilalui.

Share:

Contact Person


Nama: Ahmad Rozaqi

Alamat: Jl. Bandar-Wonotunggal RT 003/004, Bandar Utara, Bandar, Batang

No. HP : 085201548669

Email : ahmad.rozaqi@gmail.com

Share:

Collection Shopee

Popular Posts

Arsip Blog

Pengikut